Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan pemasangan sekitar 2.000 sambungan rumah (SR) air bersih baru sepanjang tahun 2026.
Penambahan tersebut akan meningkatkan cakupan layanan air bersih dari sekitar 14.000 sambungan menjadi 16.000 sambungan rumah yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Mimika.
Target tersebut disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob usai menerima hibah pipa dari PT Freeport Indonesia (PTFI), Kamis (9/7).
Penyerahan hibah dilakukan bersama Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dan Direktur & EVP Sustainable Development PTFI Claus Wamafma.
Bupati Rettob mengatakan, hibah pipa tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas jaringan distribusi air bersih, terutama di kawasan yang hingga kini belum terlayani secara maksimal.
"Tahun ini kami menargetkan sekitar 2.000 sambungan rumah baru. Ke depan, cakupan pelayanan akan terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati akses air bersih," ujarnya.
Selain memperluas jaringan distribusi, Pemerintah Kabupaten Mimika juga tengah mempersiapkan pembentukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum sebagai pengelola layanan air bersih di daerah tersebut.
Menurut Bupati Rettob, Perumda nantinya akan bertanggung jawab terhadap pengelolaan operasional, manajemen, hingga aspek teknis pelayanan air bersih secara profesional.
"Langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan sistem pengelolaan air bersih yang profesional, modern, dan berkelanjutan," katanya.
Bupati Rettob juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga seluruh infrastruktur air bersih yang telah dibangun pemerintah sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Saya minta masyarakat menjaga seluruh fasilitas air bersih yang sudah dibangun pemerintah. Jangan dirusak agar semua warga bisa menikmati layanan air bersih dengan baik," pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Freeport Indonesia yang terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur air bersih di Mimika.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci percepatan pemerataan akses air bersih bagi masyarakat.
"Ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Kami terus mempercepat penyambungan jaringan agar infrastruktur yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal," ujarnya.
Yoga menambahkan, keberhasilan pembangunan jaringan distribusi juga memerlukan dukungan masyarakat, terutama pada wilayah yang jalur pipanya melintasi kawasan permukiman.
"Dengan komunikasi yang baik, masyarakat akan memahami manfaat program ini sehingga proses pemasangan jaringan dapat berjalan lancar," katanya.
Di sisi lain, Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, menegaskan hibah infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Mimika.
Menurut Claus, PTFI tidak hanya menyerahkan infrastruktur, tetapi juga memberikan dukungan teknis melalui pendampingan dan pemantauan kualitas air secara berkelanjutan.
"PTFI juga memberikan dukungan teknis melalui pendampingan dan monitoring kualitas air secara berkelanjutan. Pengujian dilakukan secara ketat, baik dari sisi pH, kekeruhan, hingga aspek mikrobiologi dan kimia, guna memastikan air yang disalurkan aman untuk dikonsumsi," ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika optimistis kolaborasi bersama PT Freeport Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan akan mempercepat pemerataan layanan air bersih, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mimika. (ron)














