Timika, fajarpapua.com – Sebanyak 20 siswa Papua Football Academy (PFA) angkatan kedua resmi diwisuda dalam Graduation Class of 2026 yang berlangsung di Ballroom Horison Diana Hotel Timika, Sabtu (4/7).
Kelulusan ini menandai berakhirnya masa pendidikan dan pembinaan sepak bola yang dijalani para siswa kelahiran 2010 tersebut. Mereka kini dipersiapkan untuk melanjutkan karier ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda Papua yang unggul.
Acara wisuda dihadiri Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Kabupaten Mimika Yohana Paliling yang mewakili Bupati Mimika, Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia Claus Wamafma, Principal PFA Ratu Tisha, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika Antonius Welerubun, Direktur Teknik PFA Wolfgang Pikal, jajaran pelatih, orang tua siswa, guru, tim kesehatan, serta tamu undangan.
Principal PFA Ratu Tisha mengatakan, sepak bola merupakan olahraga yang menuntut kemampuan mengambil keputusan dengan tepat dalam situasi yang cepat.
"Sepak bola bukan olahraga adu kuat atau adu cepat, tetapi olahraga pengambilan keputusan. Siapa yang mampu mengambil keputusan yang tepat pada waktu yang tepat akan meraih kemenangan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar berani menghadapi tekanan dan terus mengejar cita-cita.
"Saat Piala Dunia 2038, saya ingin melihat Indonesia dan kalian semua bisa berlaga di sana," tuturnya.
Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia Claus Wamafma mengatakan, PFA merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun sumber daya manusia Papua. Menurutnya, akademi tersebut lahir setelah adanya dorongan untuk mengembangkan potensi besar pesepak bola Papua.
"Kami berharap anak-anak bisa bermain di panggung Piala Dunia. Terus bermimpi, semangat, dan tatap masa depan," katanya.
Mewakili Bupati Mimika, Yohana Paliling menyampaikan, PFA bukan hanya membina kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan sportivitas.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di akademi tersebut.
"Kelulusan ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari babak baru. Terus belajar, berlatih, menjaga disiplin, dan jangan mudah menyerah," ungkapnya.
Perwakilan orang tua siswa, Bernadus Imbiri, mengapresiasi PT Freeport Indonesia yang menghadirkan PFA sebagai wadah pembinaan bagi anak-anak Papua. Menurutnya, para siswa mengalami banyak perubahan, tidak hanya dalam kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga dalam kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab.
Direktur Teknik PFA Wolfgang Pikal optimistis lulusan angkatan kedua mampu mengharumkan nama PFA, Papua, dan Indonesia.
"Kami optimistis mereka akan menjadi generasi Papua yang unggul. Terus bermimpi, bekerja keras, dan raih cita-cita kalian," tuturnya.
Selain prosesi wisuda, PFA juga memaparkan berbagai capaian para siswanya. Angkatan pertama telah melahirkan pemain yang dipanggil ke Garuda United dan Timnas U-17.
Sementara angkatan kedua mencatat prestasi dengan menjuarai Garuda International Cup U15 2025, Liga TopSkor U16 Regional Surabaya, serta menjadi runner-up Piala Soeratin U15 Nasional 2025.
Sejumlah pemain angkatan kedua juga telah bergabung dengan Garuda United U18 dan mengikuti seleksi menuju Timnas U-17.
Mereka turut memperoleh kesempatan mengikuti program Elite Camp di Jepang, Austria, dan Australia sebagai bagian dari pengembangan kemampuan di level internasional.
PFA menilai berbagai pencapaian tersebut menjadi bukti talenta muda Papua mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui pembinaan yang berkelanjutan. (ron)










