Lewati ke konten utama

Freeport Bekali Manajemen Kesehatan dan Keselamatan kepada 1.035 Mahasiswa KKN UNCEN

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
13.22 WIT3 menit baca66 dibaca
Perwakilan PT Freeport  Indonesia  berfoto bersama  Civitas Universitas  Cenderawasih dan peserta KKN.
Perwakilan PT Freeport Indonesia berfoto bersama Civitas Universitas Cenderawasih dan peserta KKN.Foto / PT Freeport
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) membekali sebanyak 1.035 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (UNCEN) Tahun 2026 dengan pelatihan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan sebelum diterjunkan ke tengah masyarakat di 50 kampung di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, pada 19 Juli hingga 22 Agustus 2026.

Pembekalan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan para mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi berbagai risiko selama menjalankan pengabdian masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tantangan kesehatan seperti endemis malaria.

Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, mengatakan pengembangan sumber daya manusia Papua merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor industri.

"Pengembangan sumber daya manusia Papua merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Investasi terbaik adalah pendidikan untuk menciptakan tenaga kerja yang unggul. Melalui kolaborasi dengan Universitas Cenderawasih, kami ingin membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai keselamatan dan kesehatan agar mereka dapat menjalankan pengabdian dengan aman serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Claus.

Menurutnya, pembekalan ini sangat relevan karena Kabupaten Kepulauan Yapen merupakan salah satu wilayah endemis malaria di Papua.

Berdasarkan data tahun 2023, tercatat 13.598 kasus malaria, atau hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan Kota Jayapura.

Dalam sesi pelatihan, mahasiswa mendapatkan materi tentang Manajemen Kedaruratan, Pertolongan Pertama (First Aid), penyakit endemik, serta upaya pencegahan malaria.

Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat sekaligus melindungi diri selama menjalankan program KKN.

Selain pembekalan, PTFI juga menyerahkan berbagai perlengkapan KKN untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program pengabdian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Kegiatan pembekalan dan seremoni pelepasan mahasiswa berlangsung di Auditorium Universitas Cenderawasih, Abepura, Kamis (16/7), dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing, serta perwakilan PTFI.

Wakil Rektor II Universitas Cenderawasih, Dr. Ferdinan Risamasu, M.Sc., Agr, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PT Freeport Indonesia terhadap pelaksanaan KKN Tahun 2026.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia atas kolaborasi yang luar biasa ini. Universitas Cenderawasih sangat bersyukur karena kerja sama ini menjadi bagian penting dalam membina dan membekali mahasiswa agar mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Papua," katanya.

Program KKN Universitas Cenderawasih merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas lokal, penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah, pendidikan, hingga pelestarian lingkungan sesuai kebutuhan masing-masing kampung.

Melalui kolaborasi ini, PTFI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan mencetak generasi muda Papua yang memiliki kompetensi, kepedulian sosial, serta kesiapan menghadapi tantangan di lapangan. (ron)