Dampak Siklon Hagupit, BMKG Mimika Ingatkan Anomali Cuaca

by -
Prakiraan cuaca wilayah Timika, Selasa (4/8) hari ini.

Timika, fajarpapua.com

Cuaca hujan ringan yang melanda Kota Timika dan sekitarnya pada Senin (3/8) ternyata sebagai imbas dari siklon hagupit yang saat ini berada di laut Filipina menuju Semenanjung Korea.

Dalam laman khusus yang mengikuti alur perjalanan siklon hagupit, https://www.wunderground.com hurricane and tropical cyclop sebagaimana dikutip fajarpapua.com menyebutkan, siklon hagupit atau disebut juga Badai Ruby telah berada di Laut Filipina mengarah ke barat dengan kecepatan angin maksimum 65 mph atau 104,6 km/jam.

Kepala Stasiun Metereologi Kelas III Timika, Okto Firdaus Fajri Rianto ST

Kepala Stasiun Metereologi Kelas III Timika, Okto Firdaus Fajri Rianto ST kepada Fajar Papua, Selasa (4/8) pagi menyatakan, dampak siklon hagupit bagi warga Timika adalah hujan ringan disertai angin. Namun kondisi sebaliknya (di wilayah bagian utara) bisa terjadi anomali cuaca, hujan lebat.

“Untuk beberapa hari ini ada anomali/perubahan yang biasanya hujan menjadi cerah, karena ada siklon di sekitar Filipina. Hal ini membuat masa udara/awan tertarik kesana. Tetapi masih perlu diwaspadai kemungkinan beberapa hari kedepan jika siklon sudah hilang akan mulai turun hujan,” ujarnya.

Dijelaskan, masa aktif (berkembang) hingga hilangnya (berakhir) siklon antara 3 sampai 7 hari.

Namun, dampak lain, ombak laut akan tinggi. Dimana, rata-rata ketinggian mencapai 2,5 hingga 3 meter. Karenanya, Okto kembali mengingatkan nelayan Mimika agar memperhatikan cuaca ketika hendak melewati jalur laut.

“Memang kami sudah cek dari Pusat BMKG Maritim untuk tanggal 4-8 Agustus gelombang lebih tenang, tetapi perlu diwaspadai tanggal 9 sudah mulai tinggi,” tandasnya lagi.

Dikatakan, selain Mimika, dampak siklon hagupit menimbulkan hujan ringan – sedang berpotensi di wilayah Kalimantan barat bagian selatan, Kalimantan Tengah, Kalimatan Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat.