Obat Malaria di Timika Terancam Kosong, PT Phapros Target Kirim Sebelum Akhir Agustus

by -

Timika, fajarpapua.com

PT Phapros Tbk, satu-satunya produsen obat primaquin di Indonesia yang berkantor pusat di Semarang berencana memasok obat malaria itu ke Papua sebelum akhir Agustus 2020. Mereka meminta agar warga Mimika dan Papua pada umumnya tidak cemas.

“Salam dari kami untuk warga Timika dan warga Papua. Papua adalah adalah saudara terjauh kami. Kami akan berusaha agar kebutuhan obat malaria segera terpenuhi,” ungkap Corporate Secretary PT Phapros Tbk, Zahmilia Akbar kepada Fajar Papua, Jumat (7/8).

Menjawab pertanyaan wartawan kapan obat-obatan yang sangat dibutuhkan warga Timika itu dipasok ke Papua, Zahmilia mengatakan dipastikan sebelum akhir Agustus 2020.

Menurutnya, Menteri Kesehatan (Menkes) sudah menyurati pihaknya terkait persoalan kekosongan obat malaria. Dan saat ini produksi obat primaquin di PT Phapros Tbk sudah berjalan normal.

“Kami upayakan sebelum akhir Agustus sudah dipasok ke Papua. Sekarang produksi sudah normal,” ungkap Zahmilia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra SSI, MEpid ketika dikonfirmasi Fajar Papua, Selasa (4/8) mengemukakan, habisnya stok obat primaquine bukan hanya dialami warga Timika tapi juga semua kabupaten/kota setanah Papua.

“Bukan hanya kita. Sekarang kami lagi koordinasi dengan provinsi supaya kalau bisa dua minggu kedepan sebelum September stok obat sudah ada,” ungkapnya.

Dia mengatakan, primaquine sangat penting sebab dapat menghancurkan parasit malaria yang ada dalam hati. Obat tersebut dikonsumsi bersamaan dengan obat biru yang stoknya bisa bertahan hingga akhir tahun 2021.(boy)