Dua Wartawan Dikeroyok Tenaga Honor

by -
Aniaya wartawan
Dua wartawan korban penganiayaan saat melapor ke SPKT Polres Mansel.

Ransiki, fajarpapua.com
Dua wartawan di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) Provinsi Papua Barat, dianiaya oleh sejumlah tenaga honor di Pemkab Manokwari Selatan (Mansel), Rabu (2/9/2020) sekitar pukul 12.30 WIT.

Dua wartawan tersebut yakni Martinus Kema, wartawan media online www.penatelukcenderawasih.com dan Yan Fahik, wartawan Tabura Pos Manokwari.

Pengeroyokan itu terjadi ketika keduanya sedang melakukan peliputan sosialisasi Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay, tentang suksesnya Pilkada 2020 di pendopo Kantor Bupati Mansel.

Tiba-tiba, salah seorang tenaga honor mendatangi keduanya yang saat itu sedang melakukan peliputan dan menganiaya wartawan Tabura Pos, Yan Fahik.

Karena melihat temannya dikeroyok, wartawan media online www.penatelukcenderawasih.com, Martinus Kema yang ingin meleraikannya pun ikut dikeroyok oleh sejumlah tenaga honor.

Bukan hanya memukul, salah seorang melempari keduanya dengan nasi kotak dan air kemasan yang ada di tangannya.

Akibat pengeroyokan tersebut, wartawan Tabura Pos, Yan Fahik mengalami memar di lengan kanan dan tulang rusuk mengalami sakit. Sementara, korban lainnya, Martinus Kema, mengalami memar bagian mata kiri, pipi kiri , tangan kiri dan leher sebelah kiri.

“Kami juga bingung, kenapa kami yang diserang? Padahal apa yang kami tulis itu merupakan pernyataan yang disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Adat dan kami tidak menambah bahkan mengurangi apa yang disampaikan beliau,” jelas Martinus Kema.

Kema juga mengatakan, terkait dengan peristiwa tersebut, keduanya telah melakukan visum et repertum di Puskesmas Ransiki dan langsung membuat laporan ke Polres Mansel.

Kapolres Manokwari Selatan, AKBP Slamet Haryono, yang berhasil dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah laporan polisi dari kedua korban.

“Mereka sudah membuat laporan polisi dan kita akan tindaklanjuti. Kita juga akan membantu agar rekan-rekan wartawan tetap merasa aman dan menjalankan tugas jurnalisnya. Para pihak yang terlibat dalam masalah ini, akan kita pertemukan dulu,” pungkas Slamet.(ani)