Wow ! Atur Jarak Kelahiran Anak di Mimika, Petugas Ada di Setiap Distrik

by -

Timika, Fajar Papua
Untuk menyukseskan program nasional keluarga berencana, Dinas Pemberdayaan Perampuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A P2 KB) Kabupaten Mimika akan membentuk kampung Keluarga Berencana (KB) di tiap distrik yang ada di Kabupaten Mimika.

Dinas DP3AP2KB sudah membangun Balai KB pada 4 distrik yakni Distrik Mimika Baru (Miru), Distrik Wania, Distrik iwaka, dan Kwamki Narama.

Akan ada petugas penyuluh lapangan KB yang setiap saat mendampingi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi mengenai KB dan program-programnya.

Pada tahun 2021 dan seterusnya, DP3AP2KB secara bertahap akan membangun Balai KB disemua distrik serta menugaskan penyuluh untuk menggunakan balai tersebut.

Program KB, menurut Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Mimika, Maria Rettob saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/9) merupakan program nasional dalam mengendalikan penduduk.

Untuk mengendalikan penduduk Bidang KB menganjurkan beberapa program dalam mengatur jarak kelahiran. Program yang dikenal saat ini, ada suntik, spiral, KB alamiah dan lain-lain.

Namun dengan hadirnya Balai KB, penyuluh dapat bertemu masyarakat secara rutin untuk menyampaikan program-program KB, dan kesehatan secara umum baik pribadi dan keluarga, kesehatan lingkungan sekitarnya.
DP3AP2KB ada petugas penyuluh yang ditempatkan di distrik dan kampung.

Mereka harus hidup bersama masyarakat supaya program KB dapat diterima dan dipercaya warga.

Maria mengingatkan pada Kabid untuk tertib mengawasi penyuluh agar tetap berada bersama warga. Jangan pakai prinsip petugas turun kalau masyarakat butuh, itu pasti gagal.

Gunakan Balai KB sebagai sumber serta sentral informasi sehubungan dengan program pembangunan KB untuk masyarakat.

“Intinya program KB menganjurkan warga yang sudah berkeluarga untuk mengatur jarak kelahiran, dan bagi calon keluarga muda untuk merencanakan pernikahan secara baik, sehat, mampu mengikuti program dan anjuran pemerintah ini. Jika dulu pada masa OrdeBaru pemerintah menganjurkan dua anak cukup, tapi sekarang bagaimana mengatur jarak kelahiran secara normal sehingga setiap kelahiran itu menghasilkan generasi baru yang sehat, tumbuh bagus, cerdas, dan unggul,” harapnya.(mar/jun)