Bisa Merancang Bayi Sendiri Di Masa Depan

by -
Bisa Merancang Bayi Sendiri

Bogor, Fajarpapua.com – Di masa depan para orang tua sudah bisa merancang bayi mereka sendiri dari jenis kelamin hingga warna kulit dan perawakan. Tentunya semua itu dilakukan pada laboratorium.

Proses pembuatannya dimulai dari mengambil sel kulit perempuan yang akan dijadikan sebagai sel induk yang kemudian sel telurnya untuk dibuahi secara “laboratorium.”

Sel telur yang dibuahi akan selanjutnya melalui prosedur berikutnya yaitu penyaringan ketahanan tubuh atau penyakit – penyakit yang ada dan juga menilai daya tahannya terhadap penyakit.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Direktur Pusat Hukum dan Biosciences dari Universitas Stanford, Hank Greely.

“Setiap orang tua tentunya ingin keturunannya adalah sosok yang sempurna, namun mereka tidak pernah bisa memperolehnya kecuali melalui campur tangan teknologi,” ujar Hank

Memang peluang menjadi sempurna sangatlah kecil namun setidaknya dalam proses ini akan mendapatkan generasi yang lebih baik dibandingkan generasi yang diperoleh dengan cara yang normal, tambah hank.

Hank berpendapat, meskipun saat ini masih terbatas data keberhasilannya dan juga eksperimen yang dilakukan belum juga sampai pada tahap uji coba pada manusia secara utuh namun kemungkinan tersebut tetaplah ada.

Pada dasarnya program bayi tabung adalah langkah awal atau gerbang pembuka dari terobosan ini. Sebuah proses pembuahan yang dilakukan di luar tubuh manusia.

Meskipun kemudian hasil pembuahan tersebut akan dimasukkan kembali ke dalam tubuh, namun secara teknis hal tersebut adalah sama. Hanya saja yang membedakan tidak ada proses perubahan genetika atau rancangan genetika di dalamnya.

Uji coba yang dilakukan secara terpisah oleh salah satu laboratorium di Amerika Serikat juga telah menunjukkan hasil dengan memberikan perbaikan susunan DNA pada embrio tersebut.

banner 300250

Hank mengatakan bila seluruh proses yang terpisah ini disatukan maka akan menghasilkan sebuah terobosan terbaru dalam bioteknologi. Proses yang dilakukan mulai dari persiapan pembuahan hingga menyaring embrio unggul dan modifikasi hingga pada tahap embrio siap menjadi manusia secara utuh.

Meskipun perdebatan untuk mendapatkan anak laki-laki atau perempuan atau warna kulit di dalam rumah tangga bisa diturunkan angka kasusnya. Namun Hank mengatakan bahwa akan muncul sebuah persoalan baru.

“Perdebatan dan berujung pada perceraian akan lebih banyak di dominasi ketika pasangan berdebat antara suami yang memilih embrio nomer 32 sedangkan istri menginginkan embrio dari tabung nomer 7.” canda Hank menutup perkenalan teknologi ini.

INFO IKLAN 0812-3406-8145