Timika, fajarpapua.com - Masyarakat dan aparat kampung Nawaripi menghibahkan lahan depan Gedung Perpustakaan ke Polres Mimika untuk membangun Pos Polisi. Diharapkan, beberapa waktu kedepan anggota Polres Mimika sudah menempati pos tersebut.
Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adinata, SIK usai pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat Kampung Nawaripi, Selasa (2/2), kepada awak media mengatakan perkembangan jumlah penduduk Mimika yang semakin pesat ikut berpengaruh pada tingkat kriminalitas.
Terlebih pada masa covid 19 banyak orang yang kehilangan pekerjaan melakukan tindakan kriminal.
Kondisi saat ini secara kuantitas anggota Polres Mimika tidak mencukupi dan tidak sebanding dengan jumlah penduduk Timika. Akibatnya polisi tidak mampu mengelola keamanan secara menyeluruh sehingga membutuhkan partisipasi masyarakat.
Namun demikian Polres Mimika harus tetap melayani masyarakat dengan cara membangun pos-pos di pemukiman warga yang dianggap rawan.
Nawaripi dinilai salah satu kampung yang penduduknya padat dan sering terjadi pertikaian antar warga, jika tidak segera diantisipasi bisa berakibat fatal.
โSelama satu tahun saya jabat sebagai Kapolres Mimika sering terjadi perkelahian antar warga, dan polisi tidak merespon secara cepat," ujar Era.
Menanggapi situasi tersebut, Polres Mimika membangun pos swakarsa atau pos kamling sekitar 30 dalam kota dan pinggiran kota Timika. "Kita akan resmikan secara serentak di Kabupaten Mimika,โ kata Kapolres.
Dijelaskan, salah satu atensi Polres Mimika adalah membangun pos di Nawaripi dimana tanahnya dihibahkan masyarakat seluas 10x12 meter persegi.
Untuk melengkapi pos tersebut Polres Mimika akan tempatkan anggota. Dalam tiga bulan kedepan Kapolres mengakui pihaknya akan evaluasi apakah kehadiran pos dapat merubah image kampung Nawaripi yang kacau, ribut, pencurian marak, dan selalu terjadi perkelahian antar warga.
"Tadi dalam pertemuan dengan masyarakat, bahwa Nawaripi sangat tidak aman karena hampir tiap malam orang ribut, mabuk, pencurian, perkelahian, yang sangat mengganggu ketenangan masyarakat. Patroli memang sering masuk secara rutin tapi tidak ada perubahan, maka Polres Mimika mengambil langkah agar lebih dekat dengan masyarakat dengan membangun pos dan tempatkan petugas," ujarnya.
Kata Kapolres, anggota bersama masyarakat akan patrol secara rutin di semua RT, termasuk beberapa RT yang paling rawan.
Di samping pos, petugas dan masyarakat diajak untuk mengelola kebun percontohan dengan menanam berbagai tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan.
"Dengan kebun percontohan ini masyarakat bisa tiru dan membuat kebun sendiri di lahan mereka," tukasnya.
Kepala Kampung Nawaripi, Norbertus Ditubun mengatakan, tanah yang dihibahkan tersebut berstatus tanah R atau tanah yang belum disertifikat.
"Tanah ini milik Kris Yamiro, dan kami sudah bicarakan dengan Kris sebagai pemilik untuk membuat pelepasan sehingga masyarakat Nawaripi dapat hibahkan ke Polres Mimika untuk bangun Pospol.
Kris Yamiro yang juga sebagai ketua RT 3, sudah bersedia membuat pelepasan dan menyerahkan ke aparat Kampung Nawaripi sebagai asset Kampung Nawaripi yang selanjutnya diserahkan ke Polres Mimika," paparnya.
Norman berterima kasih kepada Kapolres Mimika dan Kapolsek Mimika Baru yang memberi perhatian besar kepada Kampung Nawaripi.
"Jika warga Nawaripi ada masalah Polres dan Polsek selalu respon cepat. Termasuk kesediaan Kapolres mau membangun Pospol yang kedepan akan ada anggota yang siap menjaga keamanan Nawaripi 24 jam, dan jika ada kekacauan, konflik, atau perkelahian antar warga akan ditangani secpatnya oleh anggota Pospol," katanya.(mar)

