Timika, fajarpapua.com - Aktivitas warga tiga kampung yang dipulangkan ke kampung asal mereka di Tembagapura sudah berangsur normal. Saat ini sebagian warga Banti, Opitawak dan Kimbeli kembali mendulang emas di Kali Kabur yang menjadi area pembuangan limbah tailing PT Freeport Indonesia.
Kapolsek Tembagapura Iptu Edward Edison kepada wartawan, Selasa (2/2) mengatakan warga mendulang dilatarbelakangi situasi ekonomi yang belum membaik. "Betul, ada sebagian warga yang pergi dulang di Kali Kabur. Soalnya mereka mau harap uang darimana," katanya.
Namun demikian dia mengemukakan, bukan hanya warga tiga kampung yang mendulang tapi juga warga lain yang mencari jalan sendiri melalui wilayah Aroanop.
"Ada juga orang lain, mereka naik melalui Aroanop sampai di Kali Kabur dekat Banti dan Utikini Lama. Kalau yang lain, mereka ikut bus bersama-sama masyarakat yang lain ke Tembagapura, namun identitas mereka terdata jelas sebagai warga Banti, Opitawak dan Kimbeli," kata Iptu Edison.
Dijelaskan, jumlah warga Banti, Kimbeli dan Opitawak yang sudah kembali ke kampung mereka hingga kemarin sekitar 700 jiwa.
Pemulangan rombongan terakhir ke Tembagapura menggunakan bus PT Freeport Indonesia dilakukan pada Senin (1/2). Untuk warga Banti dan Opitawak ditampung sementara di gedung SD Negeri Banti.
Rumah-rumah warga setempat meski kondisinya masih utuh, namun perbaikan karena perabot di dalamnya sudah hancur selama ditinggalkan oleh pemiliknya saat mengungsi di Timika sejak awal Maret 2020.
"Beberapa permasalahan yang kami temukan di lapangan yaitu menyangkut ketersediaan petugas medis, ketersediaan sarana air bersih dan penerangan listrik. Sementara ini masyarakat mengambil air langsung dari mata air dialirkan melalui selang ke tempat penampungan sementara di gedung SD Negeri Banti di Kampung Banti 2," jelas Iptu Edison.
Adapun kebutuhan bahan makanan warga yang kembali ke Banti, Opitawak dan Kimbeli itu untuk sementara waktu mengandalkan bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Mimika.
"Dinas Sosial sudah dua kali mengirimkan bantuan bahan pokok ke Banti. Kami sudah distribusikan ke masyarakat di empat kampung yaitu Banti 1, Banti 2, Opitawak dan Kimbeli. Ada juga bantuan bahan pokok dari PT Freeport Indonesia," ujar Iptu Edison.
Kepala Distrik Tembagapura Thobias Yawame mengharapkan kerja sama antara Pemkab Mimika dengan PT Freeport Indonesia untuk memperbaiki kondisi rumah-rumah penduduk Banti 1, Banti 2 dan Opitawak yang mengalami kerusakan berat selama mengungsi ke Timika.
"Rumah-rumah memang masih utuh, tapi perabotan di dalamnya semua sudah rusak dan hancur karena saat warga mengungsi ke Timika, rumah-rumah itu dimasuki oleh hewan peliharaan. Sekarang ini masyarakat masih membersihkan rumah dan pekarangan mereka," kata Thobias.(ant/ana)

