Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Terkapar Usai Main Takraw, Pendulang Asal Manggarai Meninggal Dunia di Mile 37 Mimika

Pendulang asal Manggarai
Pendulang asal ManggaraiFoto / MIMIKA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Ansen Agung yang sehari-harinya mengais rejeki sebagai pendulang emas asal Nontol, Desa Golo Ndu, Kabupaten Manggarai, Flores NTT, dilaporkan meninggal dunia, sekitar pukul 17.30 WIT Rabu (10/2) di Mile 37, Mimika, Papua. Penyebab kematian korban belum diketahui.

Keluarga korban, Wilibrodus Mbor ketika dikonfirmasi Fajar Papua Rabu malam melalui sambungan telepon seluler mengemukakan, perihal kematian Ansen diketahuinya dari rekan korban yang juga berprofesi sebagai pendulang, Fransiskus Jehemo.

"Saya dapat telepon tadi jam enam sore, pas baru saja korban meninggal dunia," katanya.

Dikemukakan, menurut keterangan Fransiskus, selama ini korban terlihat sehat. Bahkan sebelum meninggal dunia, korban sempat bermain takraw dengan rekan kerja.

"Kronologis kejadiannya, mereka selesai main takraw sekitar pukul 17.30 sore, karena sudah mulai gelap terus korban mau pulang ke tempat tinggalnya di Mile 35. Barusan 50 meter dia jalan dari tempat maen takraw yaitu mile 37 tiba-tiba jatuh dan langsung tak sadarkan diri lalu meninggal dunia," ujarnya.

Dikemukakan, jenazah korban masih di lokasi dulang Mile 37. "Saya sudah minta keluarga di lokasi dulang supaya koordinasi dengan petugas keamanan terdekat. Kami masih tunggu informasi kapan jenazah turun ke Timika," paparnya.

Ansen meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Anggota keluarganya saat ini ada di Manggarai. "Waktu istrinya datang ke Timika mereka tinggal di SP 2, tapi pas istrinya pulang ke Manggarai dia tinggal di tempat dulang," papar Wilibrodus sambil menambahkan korban sudah cukup lama bekerja sebagai pendulang. "Mungkin 10 tahunan dia di Timika," tutupnya.(boy)