Tahun 2020, KSU Duta Sejahtera Bukukan Pendapatan 2,7 Miliar

by -
Koperasi Serba Usaha (KSU) Duta Sejahtera Timika
Koperasi Serba Usaha (KSU) Duta Sejahtera Timika

Timika, fajarpapua.com – Koperasi Serba Usaha (KSU) Duta Sejahtera Timika yang berada dibawah naungan Kerukunank Ngada-Nagekeo Kabupaten Mimika pada tahun buku 2020 berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 2.727.822.564.

Hal ini diketahui dari Rapat Anggota Tahunan (RAT)) yang digelar pada Minggu (7/3) yang dihadiri oleh pengurus dan anggota serta Dinas Koperasi, dan UMKM Kabupaten Mimika.

Ketua KSU Duta Sejahtera, Rikardus Wero dalam laporannya menyatakan, RAT tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena kondisi pendemi Covid-19.

Menurutnya, dalam melayani anggota kegiatan koperasi pada April hingga Agustus 2020 terpusat di Rumah Transit Keuskupan Timika. “Namun untuk mengefektifkan pelayanan pada September 2020, kami merubah pola dengan mengunjungi rumah warga pada setiap wilayah,” ujarnya.

Disetiap wilayah lanjutnya pengurus koperasi mengangkat Community Organizer (CO) yang bertugas mengorganisir anggota dalam menyetor pengembalian pinjaman dan bunga, iuran wajib, dan dana solidaritas.

Dari pengembalian pinjaman, bunga dan iuran wajib dan solidaritas selama Tahun 2020, pihaknya mencatat transaksi sebesar Rp 2,7 miliar lebih.

.mSementara uang yang beredar dari Januari sampai Desember 2929 sebesar Rp 5 miliar lebih. “Meski dilanda pandemi tapi transaksi dan semangat anggota untuk menyetor luar biasa tinggi,” jelasnya.

Kehadiran KSU Duta Sejahtera lanjutnya, dirasa sangat memberikan manfaat bagi anggota. Mengingat, dana yang dipinjam dari koperasi dipakai untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan pendapatan anggota.

Ketua Kerukunan Ngada-Nagekeo Kabupaten Mimika, Antonius Lado dalam sambutannya mengatakan Koperasi KSU Duta Sejahtera yang berdiri sejak Rahun 2007 silam oleh para pendiri yang terdiri dari 9 orang dengan modal awal sebesar Rp1.500.000.

Dalam perjalanan sampai hari koperasi ini lanjutnya telah tumbuh menjadi besar. “Koperasi ini sejak berdiri atas hasil usaha dan kerja keras pengurus dan anggota. Sejak awal kami terapkan cara tidak boleh ada yang tersinggung terutama soal uang. Kalau pengurus koreksi, anggota harus terima, dan kalau anggota tidak paham datang bicara dengan pengurus, pasti ada solusi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anton juga meminta perhatian Pemda Mimika khususnya Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika untuk membantu pihaknya dalam mengembangkan koperasi tersebut.

“Sampai hari ini juga kami belum punya kantor, mungkin Dinas Koperasi bisa lihat kami dengan melakukan pembinaan rutin sehingga koperasi kami jadi koperasi sehat, profesional dan mengikuti aturan dari pemerintah,” kata Anton.

Sementara Sesepuh Warga Nagada-Nagekeo di Mimika yang juga Wabup Mimika, Johanes Rettob SSos MM mengaku dirinya hadir bukan dalam kapasitas sebagai wakil bupati tapi sebagai anggota KSU Duta Sejahtera.

“Saya hadir sebagai sesepuh dan anggota koperasi. Sebagai wakil bupati saya malu, sekaligus marah kalau tidak ada perhatian. Kadang saya hadir diminta utuk sampaikan wejangan, dorongan. Memang selama ini tidak ada pendampingan, tidak ada bantuan, tapi koperasi ini adalah koperasi sehat dengan alat ukurnya selalu RAT tiap tahun,” jelasnya.

Dalam kesempatan dirinya meminta maaf jika Pemda Mimika melalui OPD terkait belum maksimal dalam melakukan pembinaan terhadap koperasi di daerah ini.

“Kami akan rapat khusus soal ini, sehingga kita dapat melihat semua koperasi ini secara baik. Dinas Koperasi harus turun mendata semua koperasi, dan harus klarifikasi mana yag masih sehat dan jalan, mana yang jalan ditempat atau mati suri, dan mana yang sama sekali sudah tidak jalan,” tegasnya.

Hal ini lanjutnya sangat penting agar pemerintah daerah memiliki database terkait perkembangan koperasi di Kabupaten Mimika. “Ini penting supaya kita tahu pergerakan koperasi di Timika,” jelasnya. (tim)