Jadi Tuan Diatas Tanah Sendiri, Zakheus : Saya Tidak Akan Jual Tanah Demi Apapun

by -
Zakheus Lukai Basik-Basik
Zakheus Lukai Basik-Basik

NAMANYA Zakheus Lukai Basik-Basik, umurnya baru 28 tahun. Ia adalah seorang pemuda dari Kampung Ivimahad, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua.

Meski masih cukup muda usianya, namun kini ia mengelola lahan persawahan yang dibuka oleh pemerintah di atas tanah miliknya seluas 50 hektare di Kampung Amun Kay, SP-8, Distrik Tanah Miring.

Meski memiliki lahan yang sangat luas untuk ukuran seorang pemuda, namun dirinya menolak menjual tanah tersebut.

Zakheus memilih untuk tetap menyewakan tanah miliknya kepada petani yang ingin mengolah. Meski sudah banyak orang datang kepadanya untuk menawar sawahnya, tapi ia tetap pada pendiriannya.

“Kalau mau silahkan garap sawah di tanah itu, tapi sewa, tanah saya tidak jual”, begitu jawabnya setiap ada orang berniat membeli tanahnya.

Zakheus yang ternyata juga seorang Sekretaris Kampung Ivimahad dan bahkan ia menjadi salah satu Sekretaris Kampung termuda di Distrik Kurik, sawah miliknya tersebut ia sewakan Rp 1.500.000 per panen, atau Rp 3.000.000 per satu tahun dengan asumsi setahun 2 kali panen atau istilshnyamusim rendengan dan musim gaduhan.

Namun pemuda ini tidak kaku dalam menetapkan biaya sewa tanah miliknya, karena pengelola juga bisa menukar biaya sewa dengan gabah atau beras tergantung kesepakatan dengan penyewa lahannya.

Meski tidak sebesar jika ia menjual lahannya, namun dengan menyewakan lahan miliknya, kini keluarganya telah memiliki sepeda motor yang dibeli cash. Pun dengan berbagai perabotan dalam rumah yang cukup lengkap dan memadai.

Zakheus yang dikenal sebagai sosok yang murah senyum, juga dikenal sederhana dan tidak suka pamer.

Bahkan ketika ditanya berapa penghasilan yang dia dapat dari hasil menyewakan lahan tersebut, dia cuma tersenyum dan menjawab, ” Ya cukup untuk untuk makan sehari-hari dan kasih sekolah anak”.

Tahun ini Zakheus berencana untuk membeli alat traktor roda empat atau dikenal dengan Jhon Deere yang memiliki harga dikisaran 300-an juta rupiah langsung ke Surabaya karena Ia sendiri sedang mengelola sawah seluas 2 hektare.