Tindakan Tidak Etis Oknum Pimpinan RS Medika Chandra Dimediasi Polsek Miru, Tuduhan Tanpa Bukti

by -
RS Medika Tjandra Timika
Korban dan pelaku dalam kasus RS Medika Tjandra Timika sudah berdamai.

Timika, fajarpapua.com – Jajaran Polsek Mimika Baru (Miru) akhirnya memediasi pelaporan staf pegawai Rumah Sakit Medika Tjandra Timika yang mengaku mendapat perlakukan tidak etis dari atasan rumah sakit tersebut.

Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionsius Helan SIK melalui Kanit Opsnal, Aipda Ivan mengatakan korban dengan inisial KR mengadu karena tidak puas dengan adanya PHK sepihak dan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan setelah di-PHK.

“Saat ini kami lakukan mediasi dikarenakan adanya laporan pengaduan dari pihak korban,” ucap Aipda Ivan, Sabtu.

Dikatakan, korban berinisial KR tetap berpegang teguh atas laporan awal bahwa dirinya tidak pernah menghapus file dokumen penting yang membuatnya di-PHK oleh atasan.

“Setelah ditanyakan kepada pihak RS Medika Tjandra ternyata benar tidak ada bukti kuat bahwa KR pelakunya. Sedangkan komputer yang berisi dokumen tersebut dipakai umum karyawannya,” kata Aipda Ivan.

Pada saat mediasi itu, Kanit Opsnal menyarankan agar perkara ini dilanjutkan ke dinas terkait yaitu Dinas Ketenagakerjaan.

“Kalaupun nantinya ada unsur pidana maka mereka melaporkan hal ini ke Polres Mimika,” ujarnya

Sementara setelah mediasi, KR dalam tahap proses melakukan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan, dalam hal ini dijadwalkan lakukan mediasi bersama pihak atasan dengan Dinas Ketenagakerjaan.

Sedangkan terkait masalah perbuatan yang tidak menyenangkan yang dialami KR telah disebutkan bahwa tidak berhubungan dengan profesinya.

Pihak Security RS Medika Tjandra kepada Kanit Opsnal mengaku sempat melakukan tindakan mengusir dengan batasan hanya menarik korban, tidak ada unsur penganiayaan.

“Semata-mata karena profesinya sebagai aparat keamanan maka dia melerai saja. Hanya sempat menarik sehingga secara tidak disengaja korban terjatuh,” paparnya.

Perlakuan tidak menyenangkan yang dialami KR sudah diselesaikan secara kekeluargaan setelah dimediasi.

“Alhamdulillah sudah selesai, kedua pihak saling memaafkan, tadi sudah diselesaikan dan sudah dibuatkan surat pernyataan,” lanjut Aipda Ivan. (rul)