Kapolda : Helikopter Ersa Air Dibakar Kelompok KKB Lekagak Telenggen, Tidak Berprikemanusiaan !!!

by -
Kapolda Papua irjen Pol Mathius D Fakhiri
Kapolda Papua irjen Pol Mathius D Fakhiri

Timika, fajarpapua.com – Situasi di Puncak Jaya pasca pembakaran Helikopter milik PT Ersa Air yang sedang parkir di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Minggu malam (11/4) saat ini sudah kondusif.

Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Mathius Fakhiri, kepada wartawan mengharapkan aparat keamanan yang ada di Ilaga bisa mengendalikan keamanan.

“Sore pembakaran malamnya ditemukan sudah terbakar dan juga malam itu sempat kontak tembak,” jelasnya.

Kapolda Mathius mengatakan dirinya sudah menghubungi Bupati Puncak Jaya untuk melakukan langkah-langkah pendekatan dengan berbagai kelompok yang ada termasuk tokoh-tokoh agar bisa menjaga situasi keamanan di kota Ilaga dan keseluruhannya di kabupaten Puncak Jaya.

“Karena sudah kita ketahui bahwa kejadian di Beoga dan Ilaga sudah sangat mengganggu aktivitas pemerintah termasuk aktivitas penerbangan di kabupaten Puncak Jaya,” ucapnya.

Sementara di Beoga dan Ilaga masih menmanfaatkan personil yang ada yakni dari Brimob PAM Rawan termasuk TNI untuk lakukan tugas BKO.

BACA JUGA:  Pertemuan Panglima TNI dan Kapolri, Sekda Provinsi Klarifikasi Terkait KKB adalah Teroris.

Diinformasikan sekitar 40 lebih masyarakat yang sudah dievakuasi dekat Koramil maupun Posek Kabupaten Puncak Jaya.

“Warga yang dievakuasi sebagian tenaga guru dan juga masyarakat lain yang tinggal di sekitaran Ilaga,” paparnya.

Ia menduga pelaku pembakaran helikopter termasuk penembakan 2 guru dengan waktu yang dilakukan kelompok KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

Informasinya kelompok tersebut saat ini berkumpul di Ilaga dengan tujuan menyelesaikan perang suku, hanya saja kejadian yang menimpa helikopter milik PT Ersa Air dinilai Kapolda menunjukkan kelompok tersebut sudah melakukan hal-hal yang jauh dari tujuan awalnya.

“Kelompok Lekagak Telenggen yang berada di Beoga berkumpul di Ilaga untuk menyelesaikan perang suku tetapi kenapa bisa lakulan tindakan diluar batas kemanusiaan,” bebernya.

Tentunya hal ini ditegaskan Kapolda Papua benar-benar melanggar hukum.

“Aparat kepolisian dan TNI tidak akan mundur satu langkah untuk menindak aturan, kita akan cari dan tangkap pelaku,” tegasnya. (rul)