Dua Oknum Polisi Pukul Pramuria di Tempat Karaoke, Kapolres Boven: “Itu Takkan Dibiarkan!”

by -
2 orang pramuria saat memberikan keterangan
Dua pramuria saat memberikan keterangan

Merauke, fajarpapua.com – Dua oknum anggota polisi berinisial HE dan  LEM berulah dan membuat keributan di tempat hiburan malam (THM) Dj Aswil Jalan SMA Depan MMS Tanah Merah, Boven Digoel sekitar pukul 02.30, Senin (26/4). Keributan tersebut berujung pada kekerasan fisik atau pemukulan terhadap dua orang pramuria. Salah seorang pramuria justru mendapat pukulan keras hingga pelipis kiri terobek dengan enam kali jahitan

Informasi yang dihimpun fajarpapua.com, korban diketahui bernama Citra dan Sisil (ladies) memberikan keterangan kepada awak media bahwa sekitar pukul 21.00 WIT, oknum anggota polisi berinisial HE datang ke tempat karaoke itu bersama keempat rekannya. Mereka membooking salah room dan 5 orang pramuria (ladies) untuk menemani bernyanyi selama 5 jam.

Korban menuturkan, awalnya baik-baik saja. Oknum pelaku bersama rekan-rekannya diduga membawa minuman keras berlabel jenis Robinson dari luar ke tempat karaoke itu. Setelah lima jam bernyanyi, ketiga orang temannya pamit pulang. Dua orang berbaring di dalam mobil. Tinggallah kedua oknum di dalam ruangan karaoke.

Sekitar pukul 02.00 WIT,  pramuria yang bernama Sisil mengambil nota pembayaran (sewa room, minuman dan jasa bookingan ladies) dari kasir dengan jumlah senilai Rp 7.770.000. Nota itu kemudian diberikan kepada oknum polisi berinisial HE yang masih di room itu untuk membayarnya. Melihat jumlah itu, oknum polisi berinisial HE kaget dan tiba-tiba berkata-kata tidak senonoh kepada pramuria yang memberikan nota itu. Karena tidak terima, pramuria itu pun balik berkata-kata dan terjadilah adu mulut berujung keributan.

“Yang awalnya itu pas selesai dorang ngeroom, sa keluar ambil nota buat kasih mereka notanya itu. Karena katanya dia yang mau bertanggung jawab. Jadi saya serahkan ke mereka. Abis sa kasih begitu, dia bicara yang ndak senonoh gitu ke saya. Sa ndak terima. Jadi balik marah ke dia sampe kita baku adu mulut, sampe terjadi kekerasan kaya begitu,” beber Sisil.

Mendengar keributan itu, rekannya yang bernama Citra datang dan berusaha untuk meleraikan. Citra yang tidak tahu menahu tentang masalah itu berupaya melindungi Sisil agar tidak dipukul. Namun naasnya, justru Citra yang mendapat pukulan keras hingga jatuh pingsan. Akibat dari pukulan keras oknum polisi menyebabkan pelipis kirinya terobek dan mendapat enam jahitan di rumah sakit.

“Kita selesai kerja itu mau langsung masuk ke mess. Tapi saya dengar suara sudah di Sisil, macam ribut begitu, makanya saya langsung ke depan kasir tempat kejadian. Saya di situ, alasan kedepan itu mau pele dorang, meleraikan lah karna takut nanti Sisil dipukul. Tapi kenapa saya yang dipukul, saya ndak tahu apa-apa,” tutur Citra diamini temannya, Sisil, yang juga mengaku ditampar dua kali di pipi oleh oknum polisi lain yang berinisial LEM.

Usai keributan, pemilik Karoke Dj Aswil terus memintai oknum anggota polisi untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan pembayaran itu. Namun karena belum bisa membayar lunas, oknum polisi akhirnya meninggalkan mobil di tempat kejadian sebagai jaminan. Mobil tersebut diduga milik temannya sesama anggota. Pemilik tempat karaoke juga mengadukan hal tersebut ke Kapolres Boven Digoel untuk ditindaklanjut.

Kapolres Boven Digoel, AKBP Syamsurijal, SIK ketika dikonfirmasi fajarpapua.com melalui telepon selulernya, Rabu (28/4), membenarkan bahwa kejadian itu sungguh terjadi. Kapolres menegaskan akan menindak pelaku dengan memberikan hukuman indisipliner yang memberikan efek jera.

“Betul, itu kejadiannya ada dan betul. Oknum tersebut sudah kita amankan. Kita proses. Itu kan tidak boleh, mereka menganiaya masyarakat. Tidak ada aturannya, mas,” ujar Syamsurijal, SIK dari balik telepon genggamnya.