Kristoforus Luruk Terpilih Jadi Ketua Kerukunan Keluarga Besar Manggarai Mimika

by -
20210502 195150
Ketua KKBM terpilih, Kristoforus Luruk (depan tengah) didampingi sesepuh Thobias Mbeong (kanan) dan Nikolas Raing (kiri) foto bersama para tokoh Manggarai NTT.

Timika, fajarpapua.com – Mantan Kepala Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kristoforus Luruk terpilih sebagai ketua Kerukunan Keluarga Besar Manggarai (KKBM) Kabupaten Mimika periode 2021-2026.

Sekedar untuk diketahui, KKBM membawahi ribuan warga Mimika dari tiga kabupaten di wilayah Flores barat yakni Manggarai Barat, Manggarai Raya, dan Manggarai Timur.

Proses pemilihan berlangsung Minggu (2/5) di halaman kediaman sesepuh Manggarai, Thobias Mbeong, di Gang Komodo Jln Cenderawasih.

Sebagaimana disaksikan wartawan fajarpapua.com, musyawarah pemilihan dimulai pukul 10.00 WIT yang dihadiri 30 orang utusan dari 3 kabupaten, panitia, serta sesepuh Manggarai. Metode pemilihan melalui perwakilan setelah dipertimbangkan masa pandemi covid 19.

Musyawarah diawali pembacaan tata tertib, pleno AD/RT serta prosesi pemilihan.

Dalam proses pemilihan yang berlangsung tertutup, dari tiga calon, nomor urut 1 Kristoforus Luruk memperoleh 19 suara, calon nomor urut 2 Marsianus Nangkung memperoleh 11 suara, sedangkan calon nomor urut 3 Johanis Dahur sebelum pemilihan mengumumkan bahwa dirinya masuk bursa pencalonan hanya ingin memotivasi generasi muda. Sedangkan calon nomor urut 4 Nikolaus Raing mengundurkan diri sebelum pemilihan.

Usai dinyatakan terpilih, Kristoforus Luruk dalam sambutannya mengaku tugas yang diembannya terasa berat. Namun demi kemajuan KKBM Mimika, ia siap merangkul semua pihak dalam menjalankan roda organisasi.

Program awal setelah terpilih yakni melakukan pendataan warga Manggarai di Kabupaten Mimika.

“Saya akan undang kepala lokasi di dulang (asal Manggarai) bersama tua – tua Manggarai duduk bicara mengenai masalah ini, termasuk masalah di atas,” paparnya.

Selain itu, Kristoforus juga akan memperjuangkan kelancaran Transmigrasi Swadaya Mandiri di Kilometer 14.

Sedangkan Thobias Mbeong mantan ketua KKBM demisioner menyatakan salut dengan kinerja panitia yang diketuai Vhery dan sekretaris Kanisius Jehabut.

“Kebanyakan yang datang ke Timika hanya untuk cari nafkah, tidak pusing dengan organisasi kerukunan. Ini yang salah. Padahal kerukunan penting supaya keberadaan kita terdata,” ujarnya.

Dikatakan, KKBM sudah melakukan sejumlah program seperti membantu pengobatan rumah sakit warga tidak mampu, membantu bencana alam, pembangunan rumah ibadah serta aksi sosial lainnya.