Seminggu Belum Ditemukan, Kemungkinan Putra Sudah Bergeser atau Tersangkut di Dasar Sungai

by -
IMG 20210614 WA0024
George L. Mercy Randang S.IP.M.A.P

Timika, fajarpapua.com – Putra, bocah empat tahun yang jatuh di muara dermaga Asmat bersama ibunya pada Minggu (13/6) lalu, hingga Sabtu (19/6) belum juga ditemukan.

Sang ibu Jumiati dan motornya berhasil dievakuasi tim SAR Pos Agast, sedangkan keberadaan Putra belum juga diketahui.

Kepala Kantor Basarnas Timika, George L.Mercy Randang, S. IP., M.A.P kepada fajarpapua.com Sabtu (19/6) mengatakan, hingga hari ketujuh pencarian Tim SAR dibantu masyarakat dan TNI Polri belum berhasil menemukan korban.

“Selama satu minggu ini pencarian dimaksimalkan, bahkan melibatkan TNI AL, Pol Airud juga dibantu keluarga korban dan masyarakat setempat namun belum juga ditemukan,” katanya.

Dalam upayanya, Tim SAR kesulitan melakukan pencarian dikarenakan kondisi air tidak dapat ditolerir. Menurut George, perairan di Asmat keruh dan berlumpur mengingat lokasi kejadian dekat dengan muara.

“Kondisi airnya tidak memungkinkan dalam melakukan pencarian, jarak pandang penyelam terhalang air keruh karena berlumpur,” bebernya.

Tim SAR Timika Lakukan Pencarian Ibu dan Anak Balita yang Jatuh di Dermaga, Ibu Selamat, Balita Hilang(Opens in a new browser tab)

Dikatakan, keberadaan balita yang hilang itu ada dua kemungkinan, pertama korban terbawa arus pasang surut sehingga bisa saja jazad korban bergerser dari lokasi kejadian.

Kemungkinan kedua, jazad korban tersangkut di pondasi atau puing-puing dasar sungai.

Upaya pencarian tidak selesai sampai situ saja, George akan memperluas jangkauan pencarian dari pelabuhan Agats hingga ke seluruh muara Agats.

“Apabila belum juga ditemukan, maka operasi ini akan kita usulkan untuk ditutup. Tapi kalau ada tanda-tanda atau info dari keluarga terkait keberadaan korban, maka akan kita lanjutkan operasinya,” ucapnya. (rul)

INFO IKLAN 0812-3406-8145