BERITA UTAMAMIMIKA

Terkait Galian C Kali Selamat Datang, Sejumlah OPD Terkait Dinilai “Melawan” Perintah Bupati Omaleng

cropped cnthijau.png
13
×

Terkait Galian C Kali Selamat Datang, Sejumlah OPD Terkait Dinilai “Melawan” Perintah Bupati Omaleng

Share this article
Lokasi Penambangan liar galian c di selamat Datang yang tetap beroperasi walaupun sdah di tegur langsung oleh bupati Mimika..Masih TETAP melakukan aktivitas nya...
Lokasi Penambangan liar galian c di selamat Datang yang tetap beroperasi walaupun sdah di tegur langsung oleh bupati Mimika..Masih TETAP melakukan aktivitas nya...

Timika, fajarpapua.com – Sejumlah lokasi galian C ilegal hingga kini masih beroperasi di sekitar Kota Timika terutama di aliran Kali Selamat Datang di wilayah Kelurahan Timika Jaya sampai di Kampung Ninabua, Distrik Mimika Baru.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Padahal Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE MH langsung mengeluarkan Instruksi Nomor 5 Tahun 2021 tentang Larangan Melakukan Penggalian Material Mineral Bukan Logam dan Batuan (Galian C) di Kabupaten Mimika.

Instruksi itu didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Mimika Nomor 15 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mimika yang menetapkan kawasan peruntukan pembangunan kawasan untuk pertambangan Galian C hanya di kali Iwaka.

Ironisnya lagi, meski dasar hukum untuk menertibkan lokasi galian C tersebut sudah ada, namun sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terkesan melawan serta tidak mengindahkan intruksi Bupati Omaleng tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Bidang Politik Bupati Mimika, Max Werluken kepada fajarpapua.com, Senin (26/7).

“Padahal secara tegas pada 13 April 2021 lalu, Bupati Omaleng mengeluarkan intruksi kepada instansi terkait untuk menertibkan, namun hingga kini Galian C Kali Selamat Datang masih beroperasi. Ini ada apa? ,” tanya Max.

Dikatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika telah memutuskan pengambilan galian C yang mendukung pembangun sarana dan prasarana di Kota Timika dipusatkan di Kali Iwaka.

“Namun oknum pemilik usaha galian C di Kali Selamat Datang membandel dan ada indikasi ingin mencari keuntungan pribadi dengan mengesampingkan kepentingan orang banyak,” tegasnya.

Lebih parahnya lagi lanjut Max, para pimpinan instansi terkait yang membidangi masalah tersebut seakan masa bodoh melihat praktek penggalian ilegal itu.

“Sikap masa bodoh pimpinan OPD terkait itu, saya nilai sebagai perlawanan terhadap pimpinan daerah yang pada April lalu turun langsung ke lapangan untuk menghentikan operasi galian C itu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Max mengharapkan sejumlah OPD seperti Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kabupaten Mimika segera berkoordinasi untuk menertibkan.

“Lakukan koordinasi antar instansi untuk turun ke lapangan dan menertibkan lokasi galian C yang membandel,” tegasnya.

Max mengingatkan, seluruh OPD terkait jangan saling melempar tanggungjawab hanya kepada satu instansi semata.

“Jangan semua lempar bola ke Satpol PP, sementara instansi tehnis lainnya masa bodoh. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mempermainkan aturan,” ujarnya. (isa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *