Warga Sempat Dengar Ledakan, Inafis: Kebakaran Diduga Karena Korsleting Listrik Dekat Genset

by -
Polisi melakukan olah TKP
Polisi melakukan olah TKP

Timika, fajarpapua.com – Penyebab kebakaran pertokoan di Jl. Yos Sudarso diduga korsleting listrik di lantai dua Apotik Pante Raja.

Hal ini terungkap setelah Tim Inafis (Automatic Fingerprint Identification System) Polres Mimika melakukan olah TKP di lokasi kebakaran, Kamis (26/8).

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto melalui Kepala Urusan (Kaur) Inafis, Aipda Ramli kepada wartawan mengatakan dirinya melakukan olah TKP, awalnya kebakaran hebat ini diduga bermula dari Apotik dan Rumah makan.

Tim Inafis melakukan olah TKP dengan mengantongi keterangan dari beberapa saksi. Disebutkan bahwa sebelum kebakaran terdengar ledakan di lantai dua diantara dua ruko tersebut.

Hasil olah TKP terungkap sebanyak 12 Ruko yang menjadi korban kebakaran, belum sampai mengolah TKP di warung makan. Tim Inafis menemukan dua unit mesin genset di lantai dua Apotik Pante Raja diduga penyebab kebakaran hebat tersebut.

“Dari hasil olah TKP ditemukan 12 ruko yang terbakar. Kemudian berdasarkan keterangan saksi ada salah satu ruko penyebab daripada kebakaran itu, yaitu di tempat praktik umum (Apotik Pante Raja), tepatnya pada lantai dua,” katanya.

Dijelaskan Ramli, kejadian ini bermula dari korsleting listrik, setelah itu api merembet ke mesin genset didekatnya. Genset tersebut masih berisi bensin sehingga secara mudah api membakar dan sempat terjadi ledakan.

“Setelah kami melakukan olah TKP, kami menemukan ada 2 unit genset, satu gensetnya rusak kemudian satunya masih aktif dalam keadaan terisi bensinnya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Tiga Ruko di Timika Hangus Terbakar, Dibantu Hujan Petugas Damkar dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Dugaan kuat setelah menemukan salah satu genset yang ditemukan dalam posisi tidak tertutup tangki bensinnya, sehingga indikasi ledakan dapat dipastikan benar bersumber dari genset tersebut.

Ditemukan juga beberapa barang bukti berupa cok-cokan yang sudah hangus, diduga cok-cokan itu sumber dari korsleting listrik pasalnya menghubungkan TV, Kipas Angin dan barang elektronik lainnya.

“Dugaan sementara terjadi korsleting kemudian api itu merembet ke genset itu. Antara genset dengan cok-cokan itu jaraknya kurang lebih 1,5 meter,” bebernya.

Api cepat membesar karena di sekitar terdapat juga kertas-kertas berisi file penting sehingga mudah terbakar. Di sampingnya juga terdapat barang elektronik lain yaitu AC sebanyak 7 unit.

“Terdapat juga file-file yang memang sudah lama tersimpan disitu, sehingga mudah terbakar. Disamping itu juga ada barang elektronik lain seperti AC. Kami menemukan ada tujuh AC dilantai 2 itu. Namun setelah kami konfirmasi, AC itu tidak digunakan selama pandemi,” kata Ramli.

Selanjutnya Tim Inafis mengumpulkan barang bukti berupa cok-cokan, kipas angin dan TV yang sudah terbakar, satu genset yang meledak dan juga abu bekas terbakar.

“Kemudian setelah kami konfirmasi, memang genset ini digunakan apabila sewaktu-waktu listrik padam dan bensinnya masih terisi didalamnya,” pungkas Ramli. (rul)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.