Yayasan Neinat Negel dan Masyarakat Aroanop Ancam Duduki Area Kota Kuala Kencana, Senin Gelar Demo

by -
Permohonan Ijin Demo Yayasan Neinat Negel
Permohonan Ijin Demo Yayasan Neinat Negel

Timika,fajarpapua.com – Yayasan Neinat Negel dan Masyarakat Aroanop yang mengklaim sebagai pemilik tanah adat yang saat ini dijadikan lokasi Kota Kuala Kencana rencananya akan menggelar demonstrasi pada Senin, 6 September 2021.

Informasi rencana demo damai tersebut didapat fajarpapua.com pada Minggu (5/9) dari kopian surat pengajuan ijin yang tersebar disalahsatu WhatsApp Group

Dalam Surat Yayasan Neinat Negel Nomor : 052/Ket-YNN/2021 yang ditujukan kepada Kapolsek Kuala Kencana perihal ijin untuk menggelar demonstrasi.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Yayasan Neinat Negel, Manase O Jangkup SIP disebutkan, sebagai pemilik tanah ulayat, yayasan dan masyarakat adat dari Aroanop akan melaksanakan demo damai.

Disebutkan juga demo damai tersebut akan dilaksanakan secara serempak di Pertigaan LIP Kuala Kencana serta di OB 1 dan OB 2 Kuala Kencana pada Senin (6/9) sekitar pukul 10.00 WIT.

Melalui surat tertanggal 31 Agustus 2021 tersebut juga disebutkan alasan demonstrasi yaitu menuntut agar PT Freeport Indonesia menyelesaikan ganti rugi lahan Kota Kuala Kencana yang sudah mereka perjuangkan sejak Tahun 2007 lalu.

Langkah demonstrasi damai inj sesuai dalam surat tersebut dilakukan karena Yayasan Neinat Negel dan Masyarakat Aroanop sudah kehabisan kesabaran karena negosiasi tidak membuahkan hasil.

Disebutkan pula, massa demo damai yang diperkirakan sebanyak 1.000 orang tersebut juga akan menduduki serta menutup seluruh akses masuk Kuala Kencana selama kegiatan berlangsung.

Selain itu Yayasan Neinat Negel mengklaim aksi demo damai tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika, Lemasa, Lemasko, Forum MoU-2000, Yayasan Waartsing dan Masyarakat Adat Kamoro yang bermukim di Iwaka. (mas)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.