FKDM Mimika : Hanya Satu atau Dua Daerah yang Bergejolak, Jangan Generalisir Papua Tidak Aman

by -
Luky Mahakena
Luky Mahakena

Timika, fajarpapua.com – Konflik yang terjadi di Papua saat ini hanya terlokalisir di satu atau dua daerah. Sehingga jangan ada pihak yang menggeneralisir bahwa situasi Papua tidak aman yang berdampak pada pelaksanaan PON dan Pesparawi XIII.

Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Mimika, Luky Mahakena, S.Sos, M.Si saat ditemui di RSUD Mimika, Selasa (21/9) mengatakan peristiwa yang menimpa tenaga kesehatan di Pegunungan Bintang hanya satu daerah saja serta tidak berdampak pada Kabupaten Mimika.

“Saya harap silahkan ditangapi serius tapi tidak harus mobilisasi kekuatan negara seolah-olah Papua tidak aman. Mestinya dari awal pemerintah mengajak tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan sama-sama terlibat
dalam PON. Selain itu TNI/POLRI dapat merekrut kekuatan masyarakat terlibat menjadi Polmas yang ikut mengawal dan menyukseskan PON. Tapi itu tidak dilakukan,”kritik Luky.

Dia menyoroti informasi penembakan kendaraan PTFI di Mike 60 sehingga polisi dan TNI mengawal ketat Kuala Kencana saat lari Marathon. Justru dengan banyak pasukan itu bisa menimbulkan stigma dan ketakutan bagi masyarakat.

Setidaknya lanjut dia, Pemkab, TNI, POLRI mengundang tokoh-tokoh untuk membicarakan masalah ini.

“Pemangku kepentingan mengajak masyarakat dapat terlihat sebagai Polmas agar bisa mencegah gangguan. Hal ini mencegah bukan untuk waktu sekarang saja tapi juga masa yang akan datang pasca PON dan Pesparawi,” tukasnya.

Kejadian di gunung sana hanya satu atau dua daerah saja sehingga tidak berdampak sampai di kota seperti Jayapura,Timika atau Merauke. Kita berharap Pemkab di sana bisa mengajak warganya ikut ciptakan kondisi aman,” tukasnya. (mar)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.