Isu Reshuffle Kabinet Jokowi Kembali Ramai, Tidak Ada Nama Calon Menteri Orang Asli Papua

by -
Jokowi Presiden Republik Indonesia
Jokowi Presiden Republik Indonesia

Penulis: Mustofa
(Redaktur fajarpapua.com)

SAAT INI Beredar kabar di kalangan media, beberapa pos menteri yang akan kena reshuffle dari kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

banner 300250

Kabar itu semakin meramaikan isu dari berbagai sumber yang menyakini Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini.

Namun sayangnya, isu reshuffle kabinet Jokowi ini tidak membuat warga di Tanah Papua baik di Provinsi Papua maupun Papua Barat bahagia.

Pasalnya dari puluhan nama tokoh politikus, profesional maupun abdi negara, tidak satupun yang Asli Orang Papua.

Seperti diketahui, sejak era Reformasi,1999, menteri asal Papua selalu duduk dalam rezim pemerintahan berbeda.

Di era Presiden Abdurrahman Wahid, ada satu menteri asal Papua yakni Freddy Numberi yang menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1999-2000).

Kemudian ada nama Manuel Kasiepo yang dipercaya menduduki pos Menteri Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (2001-2004) di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Orang Papua juga dipercaya duduk dalam kabinet dengan menduduki berberapa pos di kementerian.

Mereka adalah Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, M.B.A. adalah seorang akademisi yang pada 19 Oktober 2011 diangkat sebagai Menteri Lingkungan Hidup Indonesia.

Berth demikian dirinya disapa, luous sarjana muda setara dengan Diploma III di Universitas Cendrawasih, Papua pada tahun 1978 dan melanjutkan pendidikannya ke Strata I Universitas Brawijaya Malang pada tahun 1984.

Pada tahun 1996, mengambil Master of Business Administrastion/Strata II di Sekolah Bisnis Universitas Durham, Inggris. Lalu Berth mengambil gelar Doktor di bidang Ekonomi di Universitas Hasanuddin, Makassar pada tahun 2003.

Pada tahun 2005 ia menjabat sebagai Rektor Universitas Cendrawasih sampai tahun 2011 dan sebelumnya menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih.

Kemudian Menteri Perhubungan, Fredy Numbery, pensiunan Laksamana Madya TNI Angkatan Laut adalah mantan tokoh militer yang cukup disegani di eranya.

Bahkan, Fredy Numberi di era Presiden SBY dua kali menduduki PON menteri karena sebelumnya ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Setelah pensiun, jenderal yang mengenyam pendidikan di Akademi Angkatan Laut pada 196 dan lulus pada 1971 memutuskan menjadi seorang politikus Indonesia dan berhasil menjabat sebagai Gubernur Papua pada tahun 1998.

Sementara di era Presiden Joko Widodo khususnya pada periode I, ada satu menteri Papua yakni Prof. Dra. Yohana Susana Yembise, M.Sc., Ph.D. yang dipercaya sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Kabinet Kerja 2014-2019.

Wanita kelahiran 1 Oktober 1958 ini dikenal karena menjadi menteri dan guru besar perempuan pertama dari Papua.

Bahkan sebelum diangkat menjadi menteri, ia adalah seorang profesor di Universitas Cenderawasih.

Ibu tiga anak tersebut cukup dikenal lewat peran aktifnya sebagai Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Cendrawasih.

Yohana Yembise merengkuh gelar sarjananya dari Universitas Cendrawasih pada tahun 1985 dan meraih gelar ‘Master’ atau S2-nya di tahun 1994 dari Fakultas pendidikan, Simon Canada Fraser University, British Columbia. 

Hebatnya, istri dari Leo Danomira ini meraih gelar Doktor dari School of Language and Australia Media, University of Newcastle, New South Wales, pada tahun 2007 dan dengan berbagai latar belakangnya kemudian dipercaya sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Namun menteri asli Papua kemudian menghilang dari kursi Kabinet Indonesia Maju di periode kedua Presiden Jokowi.

Dan di kabinet saat ini, Papua hanya dipercaya menduduki Pos Wakil Menteri yaitu John Wempi Wetipo, S.H., M.H. adalah Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia.

Lelaki yang juga politikus PDI-P tersebut dilantik Presiden Jokowi pada tanggal 25 Oktober 2019, dan sebelumnya pernah menjabat Bupati Jayawijaya dua periode yakni 2008-2013 dan 2013–2018. 

Memang, ada sosok menteri yang diklaim oleh Presiden Jokowi mewakili Papua dalam Kabinet di periode kedua kepemimpinanya yaitu Bahlil Lahadalia.

Bahlil Lahadalia, SE sendiri menjabat sebagai Menteri Investasi Indonesia merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal di Kabinet Indonesia Maju Jilid II Presiden Jokowi yang dilanti pada 28 April 2021 lalu.

Namun sejatinya, Bahlil sendiri bukanlah orang Papua meski harus diakui lelaki kelahiran 7 Agustus 1976 ini besar dan berkarya di Papua.

Sekedar menjadi Informasi saja, Bahlil Lahadalia lahir di Banda, Maluku Utara pada 7 Agustus 1976. Bahlil banyak menghabiskan waktu di Fakfak, Papua. Bahkan dia memulai bisnisnya di kota tersebut. 

Ia merupakan pemilik PT Rifa Capital Holding Company dari 10 perusahan lain. Bahlil juga aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Ia bergabung dengan Hipmi sejak tahun 2003.

Selama 2015-2019, Bahlil bahkan menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2015-2019.

Menteri yang Diganti

Kembali ke topik isu reshuffle kabinet Presiden Jokowi yang ramai saat ini di kalangan media.

Reshuffle diduga akan dilaksanakan pada November 2021 mendatang atau bertepatan dengan Hadi Tjahjanto yang memasuki pensiun.

Seperti banyak pemberitaan yang berseliweran, Hadi Tjahjanto yang saat ini sebagai Panglima TNI disebut-sebut masuk ke dalam kabinet dan diperkirakan akan duduk sebagai Kepala Kantor Staf Presiden, yang saat ini diduduki Moeldoko.

Moeldoko sendiri banyak disebut akan terdepak dari Istana lantaran banyak membuat kontroversi. Sebagai gantinya, tidak lain adalah Hadi Tjahjanto.

Selain itu jabatan Menkopolhukam, Kepala BIN, dan Menteri Perdagangan juga berpeluang di rombak atau bertukar tempat dengan pos Menteri lainnya.

Mahfud MD yang saat ini menjabat sebagai Menkopolhukam kabarnya akan digantikan oleh Budi Gunawan yang saat ini menjabat Kepala BIN.

Namun Mahfud yang juga sempat digadang-gadang mendampingi Jokowi sebelum diganti Maruf Amin dalam Pilpres lalu tetap dalam kabinet dengan menduduki jabatan sebagai Jaksa Agung menggantikan ST Burhanuddin.

Pos menteri lain yang diisukan kena reshuffle adalah Menteri Pertanian, Menkominfo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Yang mengejutkan Mendagri juga diisukan terkena reshuffle bersama Menpan RB, Menteri Agraria dan Tata Ruang.

Kabar ini juga makin menguatkan isu bahwa Tito Karnavian akan bertukar posisi dengan Tjhajo Kumolo.

Sementara pos lain yang kemungkinan diganti adalah Menteri Koperasi dan UKM, Menteri ESDM, hingga Jaksa Agung. Disebutkan juga, sejumlah menteri hanya akan bertukar kursi saja.

Nama Calon Menteri

Sederet nama saat ini digadang-gadang akan menduduki jabatan disejumlah kementerian. Nama-nama yang beredar berasal dari berbagai latar baik politikus, profesional, pengusaha dan juga pensiunan.

Dari kalangan partai politik, kabarnya ada tiga politikus dari PDIP yang kuat kansnya menduduki pos menteri yakni Olly Dondokambey, Ahmad Basarah dan Djarot Saiful Hidayat.

Selain itu dari kalangan politikus juga ada ada Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang beberapa waktu lalu bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

Masih dari kalangan politikus juga mengemuka nama Prananda Surya Paloh dan Rachmat Gobel dari Partai Nasdemserta Hary Tanoesoedibyo dari Partai Perindo.

Dari kalangan profesional, nama Anggito Abimanyu, Troy Evelon Pomalingo, Drajad Hari Wibowo, Ari Kuncoro, dan Panut Mulyono juga digadang-gadang akan masuk dalam kabinet hasil reshuffle.

Ada juga nama, Inarno Djayadi, Sigit Widyawan, Stephanus Paulus Lumintang, Archanda Tahar, sampai Ali Ghufron Mukti.

Yang menarik “Menteri Nyentrik” yaitu mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti juga disebut-sebut akan kembali masuk ke dalam kabinet.

Unik kalau tidak dibilang aneh, nama selebritas Raffi Ahmad juga disebut-sebut masuk dalam kandidat sosok yang akan masuk dalam kabinet.

Demikian juga nama ekonom Faisal Basri, khabarnya juga diminta untuk masuk menjadi menteri. Padahal sosok ini dikenal selalu berseberangan dengan pemerintah.

Meski ramai, namun kabar ini belum ada yang mengonfirmasinya. Tetapi sejauh ini, kabar tersebut memang cukup sejalan dengan prediksi sejumlah pihak. *** (disarikan dari berbagai sumber)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.