Ribut Soal Pembagian Lapak Pasar Mama-mama SP 4, Tempat Sempit, Satu Lapak Dibagi Dua

by -
Mama-mama terlibat aksi keributan di Pasar SP 4.
Mama-mama terlibat aksi keributan di Pasar SP 4.

Timika, fajarpapua.com – Puluhan mama-mama memadati gedung Pasar SP 4 yang akan dijadikan tempat jualan, Sabtu (23/10), sejak pukul 13.30 WIT.

Pasar yang terletak di wilayah SP 4, Jalan Poros Timika – Pomako itu hingga Sabtu sore pukul 17.00 masih tampak ramai, mama-mama berargumen dengan sejumlah aparat Distrik Wania.

banner 300250

Mereka menilai pembagian lapak kurang adil, adanya perselisihan berbau ras, hingga memicu keributan yang cukup lama.

Masih dalam negosiasi, sejumlah mama ada yang meminta semua suku baik pendatang Papua dan non Papua dapat bersama menempati tersebut.

Seperti dikatakan salah satu mama dari suku Paniai, bahwa semua suku bisa menempati gedung itu, supaya aktivitas pasar tidak mati.

“Seperti di SP 2, hanya mama-mama saja yang tempati, akhirnya pasar mati, sepi. Jadi biar kami tempati yang di pinggir-pinggir tidak apa-apa, nanti Kamoro dan Amungme biar di tengah,” ujarnya.

Ada lagi yang meminta untuk dibagi setiap suku dalam penempatan lapak, sehingga berurutan, dari sisi kiri suku A, dan seterusnya.

Ada juga yang meminta gedung itu hanya ditempati dua suku saja, Kamoro dan Amungme. Dan itulah yang memicu keributan.

Ada lagi mama-mama yang berteriak bahwa tempat itu tidak bisa dipakai pasalnya terlalu sempit.

“Ini tidak bisa dipakai, tidak bisa dibagi dua. Barang kami banyak,” kata mama Magdalena sambil berteriak.

Setelah tiga jam lamanya, akhirnya mama-mama dapat di mediasi dan sepakat untuk pembagian lapak berdasarkan suku. Hari Senin besok sudah bisa digunakan untuk berjualan. (feb)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.