Stok BBM Bertahan Hingga Hari ini, Timika Terancam Gelap, PLN Minta Pemda Mimika Ikut Turun Tangan

by -
Tempat penampungan BBM PLN Timika.
Tempat penampungan BBM PLN Timika.

Timika, fajarpapua.com – Sejak beberapa hari ini PLN Timika terpaksa melakukan pemadaman listrik bergilir. Kebijakan ini sebagai imbas berkurangnya pasokan BBM dari Pertamina Timika.

Manager PLN UP3 Timika, Martinus Pasensi mengungkapkan sejak September lalu dirinya sudah menyurat Pertamina terkait kurangnya stok BBM untuk mesin PLN Timika.

“Sebenarnya kami sudah menyurat ke Pertamina sejak September terkait kuota BBM. Kita setiap bulan minta 6000 KL, tapi yang terealisasi pada bulan Oktober hanya 4300 KL,” ujar Martinus saat ditemui fajarpapua.com di ruang kerjanya, Senin (8/11).

banner 300250

Ia mengatakan, stok minimum mesin PLTD bertahan untuk 12 hari.

“Kita terakhir bersurat lagi pada tanggal 4 November untuk minta tambahan kuota, tapi waktu itu kapal belum masuk. Kapal masuk tanggal 6 November. Nah pada Jumat malam kita antisipasi, karena di mesin tidak boleh BBM sampai habis. Kita atur supaya tetap menyala. Kita kurangi bebannya. Makanya kita lakukan pemadaman,” jelas Martinus.

Dijelaskan, kuota BBM yang masuk pada Sabtu (6/11) lalu hanya bertahan hingga Senin hari ini.

“Jadi kuota yang masuk hari Sabtu kemarin itu hanya sampai hari ini, hari ini kita harus ambil lagi. Kalau tidak lampu padam lagi, karena stok kita bertahan sampai malam, makanya hari ini kita ambil lagi. Kita berharap nanti saat pengambilan dapat kuota lebih sebagai pengganti kekurangan kemarin. Kita harus mengambil untuk menambah yang 12 hari stok minimum itu,” katanya.

“Karena untuk mengantisipasi kalau kapal terlambat masuk. Kami juga minta untuk mengisi stok kebutuhan kami, kalau bisa jangan perhari. Hari ini masuk jangan juga dikasih untuk hari ini sampai besok, kami minta untuk stok kami sampai 12 hari, itu stok minimum kami,” lanjutnya.

Pada Sabtu lalu, kuota BBM yang masuk hanya 288 KL dari permintaan 304 KL. Martinus meminta kebijakan dari pemerintah daerah untuk ikut turun tangan karenanya hal ini menyangkut pelayanan publik.

“Dan Sabtu kemarin itu saat stok masuk kami minta 304 KL tapi hanya dikasih 288 KL, dan bertahan sampai nanti malam. Ya kalau dikasih, saat kami minta harus ada karena kalau tidak lampu padam lagi. Kami juga butuh kebijakan pemerintah daerah, entah itu kuota kapal ditambah atau armadanya yang diperluas sehingga biasanya kapal yang datang seminggu sekali bisa jadi seminggu 4-5 kali,” pintanya. (feb)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.