Wakil Menteri PUPR Tinjau Jembatan Sahayu dan Lokasi Kebakaran di Elelim

by -
Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo saat mengunjungi jembatan Sahayu yang diperbaiki setelah dirusak warga.
Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo saat mengunjungi jembatan Sahayu yang diperbaiki setelah dirusak warga.

Jayapura, fajarpapua.com – Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo, Minggu (7/11) melakukan kunjungan kerja ke Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua untuk melihat lokasi kebakaran dan jembatan Sahayu.

Kunker melalui jalan darat dari Wamena itu awalnya melihat kondisi jembatan Sahayu di KM 97 yang telah diperbaiki Pemda, Polres dan masyarakat Yalimo serta anggota Kodim 1702/Jayawijaya.

Jembatan Sahayu dilaporkan dirusak masyarakat tanggal 19 Oktober lalu dan kemudian dilanjutkan meninjau lokasi kebakaran di Elelim.

banner 300250

Kebakaran yang terjadi 29 Juni lalu sesaat setelah keputusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilkada Yalimo menyebabkan sekitar sekitar 34 perkantoran pemerintah, 126 ruko yang dibakar serta 115 sepeda motor dan roda empat empat unit dengan kerugian sekitar Rp 324 miliar.

Jembatan Sahayu merupakan jembatan penghubung antara Kabupaten Yalimo dengan Kabupaten Jayawijaya.

Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo, menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri, pemda dan masyarakat, secara khusus kepada Kodim 1702/Jayawijaya yang telah bekerjasama dalam memperbaiki jembatan penghubung dua kabupaten tersebut.

Ini adalah hal yang luar biasa dan patut mendapatkan apresiasi, dimana aparat keamanan TNI-Polri dan pemda serta masyarakat saling bahu-membahu untuk mengatasi kesulitan yang terjadi apalagi jembatan tersebut sangat vital sebab berdampak pada roda perekonomian baik di kab. Yalimo maupun wilayah lainnya di Pegunungan Tengah.

Terkait dengan kondisi politik yang terjadi di Distrik Elelim, pihaknya berharap agar masyarakat dapat menahan diri dan tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang aman dan damai di Kab. Yalimo, harap mantan Bupati Jayawijaya.

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang menyampaikan bahwa pihaknya bersama Polri dan pemda setempat akan terus berkolaborasi serta melaksanakan pendekatan yang humanis kepada masyarakat.

“Hal ini kami lakukan demi kesejahteraan masyarakat , sebab pemalangan jalan yang berlangsung 4 bulan ini sudah cukup menyengsarakan kita semua apalagi saat ini masih berjibaku melawan pandemi COVID-19.

Belum lagi akibat terputusnya jembatan menyebabkan harga kebutuhan pokok melambung dan saat ini sebagian besar masyarakat sedang menjelang Natal sehingga dengan dengan dibukanya palang Kamis (4/11) diharapkan tranpotasi logistik lancar sehingga harga kebutuhan pokok bisa normal kembali.

” Kami berharap permasalahan politik yang terjadi di Kabupaten Yalimo dapat segera selesai dengan aman dan damai,” harap Letkol Inf Situmeang.

MK dalam putusan sengketa pilkadanya tertanggal 29 Juni memutuskan dilaksanakannya pemungutan suara ulang (PSU) dengan tidak diikuti calon bupati Erdi Dabi yang sebelumnya berpasangan calon wakil bupati Jhon Wilil.

KPU Yalimo menjadwalkan PSU dilaksanakan tanggal 26 Januari 2022 mendatang.(ant)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.