BERITA UTAMANASIONAL

Tradisi dan Makna Perayaan Hari Raya Nyepi Bagi Umat Hindu, Ayo Ketahui Aturan-aturannya

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
13
×

Tradisi dan Makna Perayaan Hari Raya Nyepi Bagi Umat Hindu, Ayo Ketahui Aturan-aturannya

Share this article
Foto: Dok Nampak Umat Hindu Timika saat melakukan persembahyangan di Pura Mandhira Mihika Mandaloka, Kelurahan Wonosari Jaya SP 4, Distrik Wania.
Nampak Umat Hindu Timika saat melakukan persembahyangan di Pura Mandhira Mihika Mandaloka, Kelurahan Wonosari Jaya SP 4, Distrik Wania.

Timika, fajarpapua.com – Hari Raya Nyepi adalah tahun baru umat Hindu berdasarkan kalender Saka yang berarti sunyi, senyap, dan tidak ada kegiatan. 

Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka yang tahun ini jatuh pada Kamis, 2 Maret 2022, pertama kali diselenggarakan pada Tahun 78 Masehi.

Ads

Berbeda dengan perayaan Tahun Baru Masehi atau Tahun Baru Islam, dalam merayakan Tahun Baru Saja, Umat Hindu memilih untuk berdiam diri di rumah dan beribadah tanpa melakukan aktivitas lain termasuk ke luar rumah.

Bahkan untuk menjaga kekhusyukan dalam beribadah Umat Hindu pantang melakukan 4 hal yakni :

  1. Amati geni, artinya selama Nyepi berlangsung, umat Hindu tidak diperbolehkan menyalakan api, lampu, dan benda elektronik lainnya. Hal tersebut ditujukan sebagai bentuk simbolis dalam melawan hawa nafsu duniawi.
  2. Amati karya, artinya selain tidak menyalakan api dan lampu, hal lain yang tidak diperbolehkan adalah bekerja. Saat Nyepi berlangsung, umat Hindu diharuskan untuk fokus introspeksi diri atas segala tindakan yang pernah dilakukan.
  3. Amati lelungan, artinya Umat Hindu juga tidak diperkenankan untuk bepergian. Mereka harus berdiam diri di rumah dan khusyuk beribadah.
  4. Amati lelanguan, atau pantangan terakhir adalah bersenang-senang. Umat Hindu harus menghentikan sejenak segala bentuk kesenangan duniawi agar fokus sembahyang. Oleh sebab itu, tak ada toko dan tempat hiburan yang buka selama Nyepi.

Selain itu tradisi perayaan hari raya Nyepi biasanya dilakukan dengan berbagai rangkaian upacara keagamaan yang dilaksanakan beberapa hari sebelum hari raya Nyepi tiba.

Tujuan perayaan nyepi sendiri adalah memohon kepada Tuhan yang maha esa untuk menyucikan bhuana alit (alam manusia) dan bhuana agung (alam semesta).

Dalam sejarah,Hari raya Nyepi sendiri dirayakan sejak kemenangan suku Saka yang dipimpin Raja Kaniskha I yang dinobatkan menjadi raja dan turunan Saka tanggal 1 (satu hari sesudah tilem) bulan 1 (caitramasa) tahun 01 saka, pada bulan Maret tahun 78 Masehi.

Sejak saat itu, masyarakat Hindu memperingati tahun baru Saka lewat perayaan Nyepi yang dimaknai sebagai hari kebangkitan, toleransi, pembaharuan, kebersamaan, sekaligus kerukunan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *