BERITA UTAMAPAPUA

Identitas 8 Karyawan PPT yang Tewas Dibantai di Beoga Terungkap, Begini Kronologis Kejadiannya…

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
18
×

Identitas 8 Karyawan PPT yang Tewas Dibantai di Beoga Terungkap, Begini Kronologis Kejadiannya…

Share this article
Camp yang ditempati para korban
Camp yang ditempati para korban

Timika, fajarpapua.com- Identitas delapan warga sipil karyawan PT Palapa Timur Telematika yang dilaporkan tewas ditembak oleh teroris KKB Papua di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada Rabu (2/3) akhirnya terungkap.

Hal ini diketahui berdasar keterangan yang disampaikan NS salah satu karyawan yang selamat karena sedang tidak berada di camp saat insiden terjadi.

Ads

Adapun identitas 8 korban tewas yang diterima fajarpapua.com, Kamis (3/3) malam terdiri dari 7 orang pendatang masing-masing Billy, Bona, Eko, Syahril, Renal, Jamal, Pak De (nama panggilan) serta Bebi Tabuni seorang asli Papua yang bekerja di PT Palapa Timur Telematika.

Sementara mengenai kronologis kejadian dari informasi yang diterima menyebutkan, keberadaan 8 orang karyawan PT Palapa Timur Telematika di Beoga dalam rangka perbaikan Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel “CO 53M 756085 9585257” di Distrik Beoga.

Guna memudahkan mobilisasi pekerjaan, perusahaan mendirikan camp yang berada tidak jauh dari lokasi Tower BTS 3 yang memang terletak cukup terpencil.

Diduga karena lokasi yang jauh dari pemukiman ini kemudian membuat kelompok tak dikenal yang diduga Teroris KKB Papua menyerang camp tempat karyawan menginap.

Insiden pembantaian terhadap ke 8 karyawan PT Palapa Timur Telematika tersebut diduga dilakukan oleh para pelaku pada Rabu (2/3) pukul 03.33 WIT dinihari.

Hal ini diketahui dari rekaman CCTV Tower PT Palapa Timur Telematika yang ada di lokasi kejadian.

Insiden penyerangan ini baru diketahui pada pukul 13.00 WIT saat seorang karyawan bernama Nelson Sarira yang saat insiden tidak berada di tempat kembali ke camp dari Distrik Beoga.

Nelson Sarira kaget saat melihat kondisi camp yang porak poranda, dan ia semakin terpukul saat melihat rekan-rekannya terkapar berlumuran darah serta meninggal.

Melihat hal ini, Nelson Sarira yang ketakutan kemudian Langsung naik ke CCTV Tower BTS 3 untuk meminta bantuan serta melaporkan peristiwa itu.

Namun permintaan pertolongan itu baru termonitor pada CCTV Pusat PT Palapa Timur Telematika di Jakarta pada pukul 16.00 WIT.

Informasi itu diterima oleh salahsatu karyawan PT Palapa Timur Telematika bernama Ali yang berada di Kampung Kago, Distrik Ilaga yang kemudian melaporkan insiden yang dialami rekan-rekannya di Beoga.

Hingga saat ini, Nelson Sarira dan korban yang neninggal dunia masih berada di TKP Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel dan tidak dapat dilaksanakan evakuasi karena terkendala cuaca.

Direncanakan besok Jumat (4/3) baru akan dilaksanakan evakuasi terhadap para korban. (mas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *