BERITA UTAMAPAPUA

Pertamina Sebut Ada 37 Penyalur BBM Satu Harga di Papua

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
4
×

Pertamina Sebut Ada 37 Penyalur BBM Satu Harga di Papua

Share this article
IMG 20220602 WA0006
Area Manager Communication PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Edi Mangun

Jayapura, fajarpapua.com -PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial dan Trading mencatat sebanyak 37 lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga telah berada di wilayah Papua pada periode minggu ketiga Maret 2022.

Area Manager Communication PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Edi Mangun dalam siaran pers kepada wartawan di Jayapura, Kamis, mengatakan pada wilayah Indonesia bagian Timur sendiri sudah ada 111 titik BBM Satu Harga, tersebar di wilayah Maluku hingga Papua.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

“Untuk Papua sendiri terdapat 37 titik, lalu Papua Barat 27 titik kemudian Provinsi Maluku dan Maluku Utara terdapat 47 titik BBM Satu Harga,” katanya.

Menurut Edi, sejak 2017, implementasi kebijakan BBM Satu Harga fokus untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di mana sebelumnya wilayah 3T ini merupakan wilayah yang belum sama sekali tersentuh akses energi.

“Sehingga untuk dapat mencapai titik 3T kami menyalurkan melalui transportasi darat, laut, dan udara juga turut bekerjasama dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Dia menjelaskan jumlah lembaga penyalur BBM Satu Harga yang terus bertambah merupakan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat Indonesia. “Kami akan terus memastikan distribusi dan ketersediaan pasokan bahan bakar ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) BBM Satu Harga berjalan dengan lancar, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas,” katanya lagi.

Dia menambahkan sehingga masyarakat bisa mendapatkan akses BBM dengan harga yang terjangkau serta turut mendorong perekonomian di daerah 3T. 

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution mengatakan dalam menjalankan amanah penugasan dari pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pihaknya turut menghadapi tantangan yang cukup besar dalam proses penyaluran BBM hingga ke daerah 3T. 

“Sesulit apapun medan distribusi yang dihadapi, kami akan tetap menyalurkan energi hingga pelosok negeri dengan mengedepankan pemerataan akses kepada masyarakat. Untuk sampai ke titik tiga T dengan medan pegunungan hingga sungai, darat dan perairan, hingga udara akan tetap dilalui,” katanya.(ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *