BERITA UTAMAPAPUA

Anggota DPRP Nilai Penerimaan Seleksi Mahasiswa IPDN di Papua Belum Akomodir Anak Asli Yahukimo

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
5
×

Anggota DPRP Nilai Penerimaan Seleksi Mahasiswa IPDN di Papua Belum Akomodir Anak Asli Yahukimo

Share this article
IMG 20220626 WA0010
Anggota Komisi V DPR Provinsi Papua, Hengki Bayage, S.AP., M.AP

Jayapura,fajarpapua.com- Anggota Komisi V DPR Provinsi Papua, Hengki Bayage, menyatakan seleksi penerimaan mahasiswa di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bagi putra/putri Papua di Provinsi Papua dinilai belum sepenuhnya mengakomodir anak-anak asli Papua yang ada di masing-masing kabupaten/kota di Papua.

ads

Pasalnya, dari 9 kuota yang seharusnya di isi oleh putra/putri asli Kabupaten Yahukimo hanya 4 orang yang diterima, sedangkan 5 orang lainnya diisi oleh putra/putri dari kabupaten/kota lain di Kabupaten Yahukimo.

“Saya sangat menyesalkan seleksi IPDN yang tidak dapat mengakomodir anak asli Yahukimo sebanyak 9 orang sesuai dengan kuota yang tertera tersebut,” kata Anggota Komisi V DPR Provinsi Papua, Hengki Bayage asal perwakilan dari Dapil V dari Kabupaten Yahukimo, Minggu (26/6/22).

Disebutkannya, ada 4 orang anak asli Yahukimo yang dinyatakan lulus seleksi IPDN, yaitu Aniar Pusop, Yulianus Miram, Yuan S.Y. Sobolim dan Elvis Matuan. Sedangkan 5 orang lainnya diisi oleh anak-anak Papua dari luar Kabupaten Yahukimo.

Oleh karena itu, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini meminta agar kuota 9 orang dari Kabupaten Yahukimo di IPDN harus diisi oleh anak-anak asli dari Kabupaten Yahukimo. Karena yang daftar lebih dari 9 orang, tetapi kuota yang ada justru diambil alih oleh anak-anak yang bukan asli Kabupaten Yahukimo.

“Kami minta agar kuota orang asli Yahukimo di IPDN bisa dikembalikan, sebab kuota IPDN untuk putra/putri asli Papua dari masing-masing daerah di Papua sudah diberikan kepada masing-masing daerah di Papua,” pinta Hengki.

Hengki berharap, panitia seleksi penerimaan IPDN bagi putra/putri Papua dan Papua Barat bisa melihat kembali kuota di masing-masing daerah, khususnya di Kabupaten Yahukimo, sehingga anak-anak yang di luluskan adalah mereka yang merupakan anak asli dari Kabupaten Yahukimo.

“Saya rasa hal ini perlu diperhatikan oleh panitia seleksi IPDN di Papua, sehingga bisa meninjau kembali hasil seleksi, sehingga penempatan kelulusan di masing-masing daerah sesuai dengan kuota yang ada dan diprioritaskan bagi anak-anak asli di daerah dan bukan anak-anak dari luar,” katanya.(hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *