Lewati ke konten utama

Orang Tua di Timika Minta Pemda Mimika Bangun Panti Rehabilitasi Kenakalan Anak Dibawah Umur

Redaksi FPPenulis
18.20 WIT2 menit baca23 dibaca
IMG 20220811 WA0010
IMG 20220811 WA0010Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Kenakalan remaja di Kota Timika sudah sangat mengkhawatirkan. Meskipun dari latarbelakang keluarga mampu, banyak anak terjebak dalam aksi kriminalitas seperti pencurian, perkelahian antar geng dan pembegalan.

Menyikapi kondisi demikian, orang tua meminta Pemda Mimika melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak agar membentuk panti rehabilitasi khusus kenakalan remaja.

Permintaan itu disampaikan Ny Fredy G, ibunda PH salah seorang anak yang ikut dalam aksi pembegalan di Pasar Damai beberapa hari lalu.

Saat menyambangi redaksi fajarpapua.com, Kamis (11/8), Ny Fredy mengemukakan PH selama ini dikenal sebagai sosok yang polos namun sudah terjebak dalam kelompok geng remaja seusianya.

"Saya sebagai orang tua bingung, kalau bisa Pemda bangun panti rehabilitasi khusus anak biar hal-hal yang begini bisa dibina di panti," harapnya.

Dikemukakan, saat kejadian pembegalan PH yang masih berstatus pelajar SMA itu hanya duduk di atas motor sambil berteriak dan tertawa. Sementara rekannya yang berinisial PY yang menaruh parang di leher korban.

"Dia hanya ikut-ikutan, anaknya polos, tidak ada niat sebelumnya. Kami orang tua sering nasihat yah begitulah kadang kalau mereka dengan teman-teman diluar sudah lepas dari pantauan kami," bebernya.

Ny Fredy berharap kasus yang menimpa anaknya berakhir dengan mediasi.

"Anak-anak Timika dulu beda, tidak seperti sekarang. Kalau sekarang kita orang tua yang pusing karena mereka bentuk geng-geng diluar," paparnya.

Menurut dia, panti rehabilitasi sangat penting supaya mental para generasi penerus Kabupaten Mimika itu bisa dibina dan direhabilitasi.(ana)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.