BERITA UTAMAPAPUA

Proyek Jalan Trans Papua Senilai Rp 3,52 T Dilelang, Wilayah Jayawijaya dan Yalimo Segera Terhubung

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
5
×

Proyek Jalan Trans Papua Senilai Rp 3,52 T Dilelang, Wilayah Jayawijaya dan Yalimo Segera Terhubung

Share this article
IMG 20220907 WA0012
Foto: Twitter PUPR Nampak pengerjaan ruas Jalan Wamena - Habema hingga Batas Batu yang akan berlanjut hingga ke wilayah Nduga.

Jakarta,fajarpapua.fom– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR akan melelang proyek pembangunan Jalan Trans Papua segmen Mamberamo-Elelim, Kabupaten Yalimo sepanjang 50,14 kilometer.

Proyek tersebut akan memiliki skema kerja sama pemerintah dan badan usaha atau KPBU dengan investasi mencapai Rp 3,52 triliun.

Ads

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Reni Ahiantini, mengatakan proyek tersebut akan mulai dilelang pada kuartal IV-2022. Pemenang lelang proyek KPBU tersebut akan mendapatkan konsesi Jalan Mamberamo-Elelim selama 15 tahun dengan rincian masa konstruksi selama 2 tahun dan masa pengoperasian hingga 13 tahun.

“Pembangunan Jalan Trans Papua ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi di Papua. Pembangunan jalan Trans Papua ini akan mendukung pusat produksi dan pengolahan sumber daya alam Indonesia yang merupakan cadangan energi nasional,” kata Reni dalam Market Sounding Trans Papua segmen Mamberamo-Elelim di Jakarta, Selasa (6/9).

Reni menjelaskan, segmen Mamberamo-Elelim akan menjadi jalan arteri yang mendukung aktivitas dan fungsi perekonomian di Jayapura dan Wamena.

Oleh karena itu, pengembalian investasi secara ekonomi di kedua wilayah tersebut mencapai 24,32% setelah segmen Mamberamo-Elelim beroperasi.

Biaya konstruksi segmen Mamberamo-Elelim ditaksir mencapai Rp 2,617 triliun yang mencakup empat lingkup proyek.

Dalam dokumen desain dasar proyek tersebut, biaya konstruksi mencapai Rp 2,9 triliun.

Dalam dokumen desain dasar, mayoritas biaya konstruksi akan digunakan untuk peningkatan struktur jalan dan jembatan eksisting di jalan Mamberamo-Elelim atau senilai Rp 2,8 triliun.

Biaya konstruksi terbesar selanjutnya adalah pembangunan unit pelaksanaan penimbangan kendaraan bermotor atau UPPKB senilai Rp 37,55 miliar.

Reni mengatakan, salah satu tantangan yang akan dihadapi pemenang lelang proyek pembangunan jalan segmen Mamberamo-Elelim adalah pemenuhan gradasi jalan di rentang 12% – 15%.

Reni mencatat gradasi di enam titik jalan dalam proyek tersebut sangat bervariasi atau di rentang 5% – 30%.

Tingginya gradasi jalan tersebut membuat konstruksi jalan segmen Mamberamo-Elelim menyangkut pembangunan jalan alih trase sepanjang 10,45 km.

Dengan kata lain, total panjang jalan segmen Mamberamo-Elelim diperpendek menjadi sekitar 43,75 km agar syarat gradasi tersebut dipenuhi.

Hal tersebut penting lantaran jalan jalan segmen Mamberamo-Elelim merupakan jalur logistik yang notabenenya dilalui kendaraan niaga dengan bobot yang tinggi.

Reni mengatakan, ekstremnya keadaan jalan segmen Mamberamo-Elelim saat ini membuat kendaraan niaga yang melintas harus bermalam dari 2 hari hingga 2 minggu saat kondisi jalan basah.

Untuk mempercepat pembangunan jalan segmen Mamberamo-Elelim setelah penentuan pemenang lelang, Reni menyatakan telah bekerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk untuk mempercepat proses pembiayaan proyek.

Reni mengatakan pengembalian investasi atau IRR pemenang lelang akan dilakukan dengan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment (AP).

Namun demikian, Reni belum menginformasikan tingkat pengembalian investasi bagi pemenang lelang.

“Penyusunan kajian finansial proyek ini menggunakan IRR yang setidaknya di atas UCC karena tentu saja mempertimbangkan bahwa proyek ini harus menarik bagi lembaga keuangan,” kata Reni. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *