BERITA UTAMAMIMIKA

Didominasi Anak Yatim, Murid SD Negeri 9 Timika ke Sekolah Tanpa Alas Kaki, Dewan Prihatin Sumbang 40 Pasang Sepatu

cropped cnthijau.png
9
×

Didominasi Anak Yatim, Murid SD Negeri 9 Timika ke Sekolah Tanpa Alas Kaki, Dewan Prihatin Sumbang 40 Pasang Sepatu

Share this article
e0f52d08 f4c3 4521 ba88 acf18f6e16c8
Iwan Anwar saat mengantar sumbangan sepatu

Timika, fajarpapua.com – Ditengah hiruk-pikuk polemik bantuan dana hibah ke kerukunan non Papua bernilai Rp 4,5 miliar, ternyata ada siswa-siswi di Timika yang ke sekolah tanpa menggunakan alas kaki.

Seperti yang menimpa siswa-siswi SD Negeri 9 Timika. Viral di media sosial beberapa waktu lalu ratusan murid sekolah itu tampak tidak menggunakan sandal atau sepatu saat ke sekolah mereka.

Ads

Prihatin dengan kondisi demikian, pada Rabu (14/9), Anggota DPRD Mimika H.Iwan Anwar, SH,MH tergerak mengunjungi SD Negeri 9.

Iwan Anwar yang juga Anggota dari partai Golkar mengatakan datang ke sekolah tersebut sebagai bentuk kepedulian karena melihat informasi yang beredar di media sosial dimana siswa-siswi SDN 9 bersekolah tidak menggunakan sepatu.

“Secara pribadi saya datang kesekolah ini sebagai bentuk keprihatinan saya untuk memberikan bantuan sepatu sebanyak 40 pasang sesuai kemampuan saya” kata Iwan Anwar.

“Saya datang bukan untuk mencari pencitraan karena sekolah ini bukan Daerah Pemilihan (Dapil) saya, tapi ini mungkin kehendak Tuhan saya bisa kesini, kemudian jangan lihat banyaknya yang saya bawa, yakin Tuhan menitipkan saya untuk melakukan sesuatu kepada sekolah ini,” tambahnya.

Kepala sekolah Nahum Edoway, SE berterima kasih kepada Iwan Anwar yang sudah berkunjung dan membantu sekolah SD Negeri 9. “Mungkin ini kehendak Tuhan sampai bapak dewan bisa hadir melihat kondisi sekolah kami,” katanya.

Sekolah yang terletak di Distrik Wania kelurahan Kamoro Jaya ini memiliki 240 murid, jumlah tenaga pendidik 14 guru, 2 masih honor, sekolah tersebur berdiri sejak tahun 2011 dan sudah menghasilkan beberapa alumni.

Salah seorang Ibu guru, Martha, mengatakan sebagian besar murid yang bersekolah disini merupakan anak yatim.

Lebih lanjut Martha berharap pemerintah membuka akses jalan menuju sekolah, karena untuk mencapai sekolah harus berjalan kaki kurang lebih 200 meter. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *