BERITA UTAMAMIMIKA

Mahasiswa Asal Mimika di Kota Studi Yogyakarta Tatap Muka Bersama Tim Monev, Sampaikan Semua Keluh-kesah

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
5
×

Mahasiswa Asal Mimika di Kota Studi Yogyakarta Tatap Muka Bersama Tim Monev, Sampaikan Semua Keluh-kesah

Share this article
IMG 20220919 WA0052
Tatap muka YPMAK dengan penerima beasiswa.

Yogyakarta, fajarpapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia lakukan monitoring dan evaluasi atas mahasiswa peserta beasiswa di Kota Pelajar Yogyakarta, Senin (19/9/2022).

Para peserta beasiswa ini terdiri dari 13 mahasiswa Universitas Sanata Dharma (USD) dan 95 mahasiswa dibawah pengawasan Yayasan Binterbusih sebagai mitra kerja YPMAK di kota studi. 95 mahasiswa ini tersebar di 24 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Yogyakarta.

Ads

Wadir Program dan Monev, Nur Ihfa Karupukaro dalam pesannya mengapresiasi semangat peserta beasiswa yang merantau jauh dari Mimika demi menimba ilmu.

“Kami datang ke sini sebagai orang tua kalian. Kami sudah dengar evaluasi dari mitra tentang kalian. Mama sekarang mau mendengar unek-unek dari kalian,” ajak Ihfa dalam forum diskusi yang digelar di Ruang Seminar USD.

Dikatakan Ihfa, beasiswa yang merupakan dana dari PT Freeport Indonesia ini harus dimaknai sebagai kesempatan emas guna memotivasi mahasiswa menyelesaikan studi.

“Jangan pandang beasiswa ini sebagai hak kalian. Karena kalau begitu, kalian akan menganggap remeh beasiswa ini. Kalau bicara soal hak, saat ini banyak adik-adik kalian mengantri di belakang menunggu kalian selesai agar mendapat beasiswa,” tegas Ihfa.

Saat ini, kuota beasiswa yang disepakati antara PT Freeport Indonesia dan YPMAK sebanyak 3000 mahasiswa yang tersebar di beberapa kota, di Indonesia.

Calon penerima beasiswa dapat meraih beasiswa tersebut jika kuota yang disediakan terdapat lowongan.

“Jadi kalau kalian cepat lulus, maka adik-adik yang belum berkesempatan dapat beasiswa ini bisa menggantikan posisi kalian,” terang Ihfa.

Ihfa juga menyemangati mahasiswa yang dalam monitoring itu terpantau sebagai mahasiswa yang memiliki prestasi rendah.

“Kalau ada masalah, mau konsultasi silakan sampaikan ke mitra. Atau langsung ke kami. Agar kita carikan solusi bersama-sama. YPMAK ini orang tua kalian yang tidak akan membiarkan anak-anaknya kesusahan di kota studi,” tegas Ihfa.

Pesan-pesan dari YPMAK ini ditanggapi baik oleh peserta beasiswa.

Rutqis Lebanna Ikikitaro, Mahasiswi semester 7 Pendidikan Bahasa Inggris USD mengatakan bahwa dengan mendapatkan beasiswa ini, dirinya tidak membebani orang tua terutama dalam hal kebutuhan pokok, asrama tempat tinggal, dan buku referensi.

“Semua sudah dijamin YPMAK. Jadi tugas kami, menyelesaikan studi secepatnya, dan kembali ke Mimika untuk mengabdi,” kata Rut.

Hal senada juga disampaikan Delisa Anggaibak. Mahasiswi semester 3 Hubungan Internasional UPN Yogyakarta ini merasa sangat berterima kasih sebab sudah mendapat beasiswa sejak dia duduk di bangku SMA.

Tak tanggung-tanggung, perempuan yang bercita-cita menjadi diplomat ini pun dapat menggapai IPK 3,38 di semester lalu.

“Mendapat beasiswa ini memang sangat membantu kita mahasiswa, apalagi kita merantau jauh dari orang tua. Jadi sekarang tugas saya fokus belajar dan gapai cita-cita,” kata Delisa.(yon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *