BERITA UTAMAMIMIKA

Perilaku Mahasiswa Asal Mimika Banyak Dikeluhkan, Ihfa Karupukaro : Aturan Penerima Beasiswa YPMAK akan Diperketat

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
4
×

Perilaku Mahasiswa Asal Mimika Banyak Dikeluhkan, Ihfa Karupukaro : Aturan Penerima Beasiswa YPMAK akan Diperketat

Share this article
IMG 20220922 WA0039
Wadir Program dan Monev YPMAK Ihfa Karupukaro sedang menyampaikan penjelasan pada pertemuan bersama Binterbusih

Semarang, fajarpapua.com – Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia terus memonitor perkembangan pembinaan mental dan intelektual para pelajar maupun mahasiswa asal Mimika di semua kota studi di Indonesia.

Pada kunjungan selama sepekan di Jogjakarta, Salatiga dan Semarang, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) YPMAK menemukan banyak keluhan dari mitra maupun universitas tempat para mahasiswa Mimika itu menimbah ilmu.

Ads

Pada pertemuan bersama salah satu mitra, Binterbusih di Semarang, Kamis (22/9),
Wadir Program dan Monev YPMAK Ihfa Nur Karupukaro mengemukakan, selain memberikan dorongan untuk mahasiswa yang berhasil, pihaknya juga akan menerapkan aturan yang ketat.

“Memang mahasiswa fokusnya kuliah. Tapi kalau ada yang sudah berhasil kembangkan usaha, jika anak ini butuh modal silahkan buat proposal ke YPMK. Kami akan bantu melalui bank dengan memberi pinjaman bunga yang sangat rendah,” ungkapnya.

Sementara terhadap keberadaan pelajar dan mahasiswa, Ihfa mengakui banyak mendapat keluhan dari mitra dan universitas tempat para mahasiswa tersebut menimbah ilmu.

“Ada yang masih suka mabuk, tidak menghargai dosen, ada anak yang suka kasih alasan biar selalu bolos kuliah, sakit-sakitan, tidak disiplin, kurang percaya diri, hal ini yang akan jadi perhatian kami,” ungkapnya.

Menurut Ihfa, kedepan penerima beasiswa YPMAK harus menandatangani pedoman serta ketentuan yang wajib dipenuhi. Jika terbukti tidak mampu memenuhi standar yang ditetapkan, akan dievaluasi atau dikeluarkan serta diganti mahasiswa Mimika lainnya yang benar-benar serius mengikuti kuliah.

“Kita harus terapkan ini karena dari hasil monev kami menerima banyak keluhan,” tuturnya. Selain itu, YPMAK juga akan membuat database online yang selalu diisi mitra agar lembaga nirlaba tersebut bisa mengetahui perkembangan masing-masing pelajar dan mahasiswa.

“Kedepan juga mahasiswa harus rutin medical check up supaya kita tahu kondisi kesehatan mereka. Diwajibkan peserta beasiswa harus mau check up,” tuturnya.

Kedepan, lanjut Ihfa, konsep kerjasama akan lebih detail lagi agar para pelajar dan mahasiswa sadar jika beasiswa YPMAK adalah kesempatan bukan hak yang membuat mereka berbuat sesuka hati.

“Dengan memanfaatkan dana rekoleksi kita bina mereka. Mereka tahunya hanya menuntut. Padahal ini bukan hak tapi kesempatan beasiswa. Namanya beasiswa ada standar yang harus diikuti. Kami minta maaf karena pada awal mereka masuk ke sini kami tidak diberikan pedoman dan kontrak bagi penerima beasiswa. Padahal itu jadi pegangan,” tuturnya.

Sementara Feri Magai Uamang selaku Kepala Divisi Perencanaan Program Pendidikan YPMAK menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang terus terjalin.

“Semoga kerjasama kita lebih ditingkatkan lagi. Terima kasih untuk Binterbusih yang terus membina anak-anak kami,” ujarnya.

Feri mengakui menangani anak Papua khususnya Mimika pasti mengalami kesulitan lantaran perbedaan kultur budaya.

“Saya bersyukur Binterbusih bisa tangani anak-anak. Binterbusih sudah masuk sampai ke pesisir dan pedalaman. Binterbusih tidak hanya fokus dampingi pendidikan tapi sampai asrama,” tuturnya.

Sedangkan Paulus Sudio pembina Binterbusih berharap kerjasama terus dijaga dan ditingkatkan.

“Siang malam saya pikir barang ini. Saya ajak teman-teman semua yang di Binterbusih supaya serius tangani ini. Saya tidak bayangkan dampak jika pendidikan mereka tidak berhasil,” ungkapnya.

Ia mengatakan pencapaian yang luar biasa dimana tahun ini peserta beasiswa anak Kamoro hampir mendekati Amungme.

“Biasanya perbandingan jumlah tidak sampai seperempat, tapi sekarang sudah mendekati. Kita berpacu dengan waktu, manfaatkan peluang ini secara maksimal agar generasi Mimika benar-benar terdidik,” tuturnya.(ana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *