BERITA UTAMAMIMIKA

Genjot Kolaborasi, Pemda Mimika Targetkan 100 persen Warga Terlindungi Program Jaminan Kesehatan

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
5
×

Genjot Kolaborasi, Pemda Mimika Targetkan 100 persen Warga Terlindungi Program Jaminan Kesehatan

Share this article
IMG 20221008 WA0019
Foto: Mas Plt. Bupati Mimika Johannes Rettob secara simbolis menyerahkan bukti kepesertaan BPJS Kesehatan kepada perwakilan penerima.

Timika, fajarpapua.com- Pemda Kabupaten Mimika terus mendorong kolaborasi yang melibatkan semua stokeholder dalam menjamin perlindungan kesehatan bagi warga masyarakat di daerah ini.

Penegasan itu disampaikan Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob saat menghadiri penandatanganan perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan Cabang Jayapura dengan PT Freeport Indonesia dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melalui YCTP tentang Jaminan Kesehatan Bagi Penduduk 7 Suku di Kabupaten Mimika, pada Jumat (7/10) kemarin.

Ads

Johannes Rettob mengatakan pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan yang baik bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat, dengan kolaborasi bersama para pihak.

“Kolaborasi ini harus dilaksanakan hingga target 100 persen warga di Mimika tercover jaminan pelayanan kesehatan terpenuhi,” ujarnya.

John Rettob demikian ia disapa dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada PTFI dan YPMAK karena bersama pemerintah daerah telah mengalokasikan dana kepesertaan masyarakat 7 suku dalam BPJS Kesehatan.

“Kita terus berupaya meningkatkan pelayanan pendataan ini penting bagi pelayanan kesehatan. Kepada YPMAK, saya minta tolong pendataan masyarakat di pesisir dan pedalaman, kita kolaborasi untuk jalan sama-sama. Kita bergerak sampai semua masyarakat bisa terlayani dengan baik. Semoga kerja sama ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Papua dan Papua Barat, Budi Setiawan mengatakan kerjasama itu merupakan bentuk keberlanjutan program dari tahun sebelumnya.

“Melanjutkan program penjaminan kesehatan, di mana penjaminan ini meningkat dari 10 ribu, menjadi 30 ribu di tahun ini bagi seluruh masyarakat tujuh suku di Kabupaten Mimika,” ujarnya

Menurutnya, tantangan yang dihadapi adalah pendataan kependudukan, yang juga terjadi di hampir seluruh wilayah Papua.

Namun berkat kolaborasi antar pihak yaitu tim kerja dari Dinkes, Dinsos, Dukcapil bekerja sama dengan gereja-gereja membuat pendataan masih terus berjalan.

“Terima kasih kepada jajaran Pemda karena tim ini merupakan pelopor di Indonesia bagian timur. Bekerja sama untuk percepatan pendataan. Dengan kolaborasi dan kerja sama, masyarakat sehat dan daerah pun berkembang,” jelasnya

Saat ini lanjutnya cakupan penjaminan melalui program jaminan kesehatan sudah 96 persen dari total penduduk di Mimika yang terdata sebanyak 312.255 jiwa.

“Kabupaten Mimika menjadi tolak ukur kabupaten-kabupaten lain supaya mencapai hal yang sama dalam kepesertaan BPJS Kesehatan,” sebutnya.

Sedangkan Ketua Badan Pengurus Yayasan Charitas Timika Papua (YCTP), Antonius Tapipea, mengatakan pihaknya menjalankan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat milik YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.

“Kami beri apresiasi yang tinggi sebagai pengelola RSMM, di mana hari ini kami merasa masyarakat 7 suku adalah masyarakat Indonesia yang harus dijamin dengan BPJS Kesehatan. Kiranya kerja sama ini terus terjalin,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Direktur YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro, mengatakan, sejauh ini YPMAK telah membayarkan keanggotaan sebanyak 21.857 masyarakat 7 suku, atau 37,93 persen dari 57.853 masyarakat 7 suku yang telah menjadi anggota BPJS Kesehatan.

Jumlah ini melampaui kepesertaan masyarakat 7 suku yang dibiayai oleh APBN, yaitu 36,1 persen dan oleh APBD sebesar 17,67 persen.

Program YPMAK ini juga secara langsung telah berkontribusi terhadap capaian keanggotaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Mimika yang saat ini telah mencapai 93,14 persen.

YPMAK berkomitmen untuk meningkatkan cakupan JKN bagi masyarakat bersinergi dengan pemerintah tanpa mengambil alih peran pemerintah. Ke depannya, kami berharap agar cakupan JKN meningkat dan pembiayaan untuk masyarakat 7 suku juga dapat beralih secara bertahap menuju pembiayaan dari APBD Kabupaten Mimika ataupun APBN,” harapnya.

Vice President Community Development Freeport, Nathan Kum menyatakan, kesehatan adalah hal penting yang vital bagi semua orang.

Angka kesakitan yang tinggi dapat membuat suatu daerah atau sebuah negara mengalami hambatan dalam pembangunan, contohnya pandemi Covid-19.

“RSMM selesai dibangun pada tahun 1999, menggunakan dana kemitraan PTFI. Sejak berdiri, masyarakat 7 suku yang tinggal di Kabupaten Mimika telah mendapat layanan medis berkualitas secara gratis. Bahkan memfasilitasi pelayanan rujukan ke RS yang lebih canggih dan lengkap di luar Papua. Semua ditanggung dana kemitraan yang dikelola YPMAK. Sehat itu tidak mudah dan tidak murah,” sebutnya.

Mewakili management Freeport, Nathan Kum menyatakan komitmen PTFI untuk terus mendukung program kesehatan masyarakat 7 suku melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan.

“Apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama antara PTFI, YPMAK dan pemerintah daerah Mimika. Penandatanganan kerjasama ini memformalkan kemitraan yang sudah terjalin. Melalui kemitraan ini pelayanan kesehatan menjadi paripurna mencapai masyarakat 7 suku sehat, Papua sehat, Indonesia sehat,” harapnya.

Sementara itu Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kantor Pusat, David Bangun, mengungkapkan kehadiran BPJS Kesehatan bertujuan untuk mencapai jaminan kesehatan bagi seluruh warga di Indonesia termasuk di Kabupaten Mimika.

“Kami ditugaskan untuk mencapai ‘universal health coverage’ dengan tiga aspek yaitu, cakupan peserta, akses layanan kesehatan yang berkualitas, dan finansial bagi masyarakat sehat,” ungkapnya.

Ke depan pihaknya sedang mewujudkan pelayanan kesehatan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga jaminan kesehatan tidak perlu lagi persyaratan dokumen yang berlebihan. (mas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *