BERITA UTAMAMIMIKA

Di Acara “Sarapan Telur In Cafe”, Tiga Peternak Ayam Petelur di Timika Dapat Sertifikat NKV

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
7
×

Di Acara “Sarapan Telur In Cafe”, Tiga Peternak Ayam Petelur di Timika Dapat Sertifikat NKV

Share this article
IMG 20221107 WA0055
Penyerahan sertifikat bagi tiga peternak ayam petelur.

Timika, fajarpapua.com – Tiga peternak ayam petelur di Kabupaten Mimika mendapat sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

Ketiganya mendapat sertifikat tersebut setelah diaudit oleh auditor NKV Propinsi Papua. Acara penyerahan sertifikat NKV dilaksanakan di Hotel Horison Diana, Senin (7/11/2022).

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Mimika, drh Sabelina Fitriani dalam sambutannya pada acara sosialisasi aksi perubahan “Sarapan Telur in Cafe” mengatakan proses untuk mendapatkan sertifikat tersebut bukanlah hal yang mudah.

Ada 12 peternak kapasitas 2000 ekor ayam mengikuti proses auditor yang dilakukan. Dari 12 tersebut hanya tiga peternak yang berhasil mendapat sertifikat tersebut.

“Dari 12 peternak akhirnya tiga bisa dapat sertifikat, dan ini luar biasa, target saya dua tetapi ternyata kita bisa dapat tiga walaupun itu tidak mudah,” kata Sabelina.

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh para peternak untuk mendapatkan sertifikat diantaranya dari sisi bio security-nya, dari sisi pemeriksaan laboratorium terhadap telur telur itu, apakah pengawasan penggunaan vitamin dan antibiotik, apakah terkontrol atau tidak.

Sabelina mengatakan secara keseluruhan jumlah peternak ayam petelur di Kabupaten Mimika sebanyak 52 peternak, namun kapasitas 2000 keatas hanya 12 peternak.

Untuk produksi telur Kabupaten Mimika sendiri sudah mencapai surplus. Bahkan produksi telur di Kabupaten Mimika sendiri mampu melayani beberapa kabupaten tetangga seperti Kabupaten Asmat, Yahukimo dan Wamena.

Dikatakan, harga telur di Mimika ditengah kenaikan harga pakan masih terbilang murah jika dibanding Kota Jayapura.

“Jadi harga telur disini jauh lebih murah dari Jayapura. Saya apresiasi kepada peternak kita luar biasa mampu menekan harga,” kata Sabelina.

Dia juga memberikan apresiasi kepada PT Pangan Sari yang terus bekerja sama untuk mengambil telur telur lokal dari peternak yang sudah tersertifikasi.

Hal ini tentunya sangat menguntungkan peternak lokal dimana semua produk bisa terserap oleh PT Pangan Sari.

“Saya menyampaikan terimakasih banyak kepada PT Pangan Sari dimana kita sudah melakukan penandatanganan MoU untuk mengambil telur lokal dari peternak yang sudah tersertifikasi,” katanya.

Ikuti sambutan Plt Bupati Mimika Johannes Rettob pada edisi selanjutnya, Selasa (8/11). (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *