BERITA UTAMAMIMIKA

Ringankan Beban Masyarakat, Pemda Mimika Gelar Pasar Murah Hingga ke Pesisir

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
5
×

Ringankan Beban Masyarakat, Pemda Mimika Gelar Pasar Murah Hingga ke Pesisir

Share this article
2a5c1130 e7be 4235 b8e6 da651c051bb4
Nampak warga memadati salahsatu stand yang ikut serta dalam kegiatan Pasar Murah Terdampak yang digelar di Graha Eme Neme Yauware. Foto: Febri

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika menggelar pasar murah yang dilaksanakan di pelataran Graha Eme Neme Yauware, Jumat (25/11).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Program Pemerintah dalam membuat pasar murah terdampak guna meringankan beban perekonomian masyarakat Mimika.

Ads

Dalam pasar murah terdampak dijual bahan pangan dengan harga lebih murah dari harga pasaran pada umumnya.

“Pasar reguler kan biasanya diadakan menjelang lebaran dan Natal, tapi kalau pasar murah terdampak ini kami lakukan melihat kondisi masyarakat yang terdampak pasca naiknya harga BBM,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Hendrik Hayon kepada wartawan di Eme Neme Yauware, Jumat (25/11).

Pasar murah terdampak ini juga diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di pasaran, guna dapat memulihkan kembali perekonomian di Mimika.

“Sudah kami lakukan pasar murah terdampak ini sejak 6 Oktober dan masih ada sekitar 3 lagi pasar murah yang akan digelar nanti, dalam tahun ini sudah lebih dari 10 kali kami lakukan pasar murah ini,” katanya.

Jika pasar reguler yang dilakukan setiap menjelang hari-hari besar dan hanya difokuskan dalam kota, kali ini pasar murah terdampak ini dilakukan hingga menjangkau daerah Pesisir.

“Kami kemarin juga dari Atuka, agar masyarakat disana juga dapat merasakan, lalu kita di Mapurujaya, SP 13, Distrik pinggiran kota juga,” ucapnya.

Pasar murah terdampak digelar bekerjasama dengan pedagang besar, sejumlah distributor dan juga Bulog Timika.

Disperindag membrrikan subsidi barang yang dijual mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu dengan setia warga dibatasi jumlah pembeliannya.

“Kalau dulu masyarakat bisa beli sampai 5 kg keatas, sekarang satu orang hanya bisa 2 kilo saja,” tutupnya (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *