BERITA UTAMAPAPUA

PT Freeport Indonesia Dukung Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Grime, Distrik Kemtuk Kabupaten Jayapura

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
14
×

PT Freeport Indonesia Dukung Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Grime, Distrik Kemtuk Kabupaten Jayapura

Share this article
ptfia
Foto Bersama selesai melakukan penanaman pohon bersama PTFI, Wakil Bupati Kabupaten Jayapura, BPDASHL Mamberamo, Papua, Tokoh Agama, Tokoh Adat serta unsur TNI-POLRI.

Jayapura, fajarpapua.comPT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan pencanangan Program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada di Kabupaten Jayapura, pada Rabu (22/11/22).

Sebanyak 200 bibit pohon ditanam bersama-sama oleh PT Freeport Indonesia, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Mamberamo, Wakil Bupati Kabupaten Jayapura, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Papua, TNI, POLRI, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Kepala Kampung dan Ondoafi di lokasi Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai di Distrik Kemtuk Kabupaten Jayapura Papua.

Ads

Pelaksanaan kegiatan penanaman ini dalam rangka pencanangan dimulainya Program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai yang akan dilaksanakan oleh PT Freeport Indonesia.

PTFI memilih Distrik Kemtuk karena menjadi salah satu lokasi rehabilitasi DAS PTFI dengan luas area 594,56 ha, yang terdiri dari 4 Blok dan 19 Petak yang tersebar di 4 Kampung, yakni Mamda, Mamei, Nambom, dan Kwansu, yang keseluruhan lokasinya masuk dalam DAS Grime.

Sebelumnya  PTFI sudah melakukan kegiatan penanaman pada tahun 2021 seluas 7.5 hektar di Distrik Sentani Timur.

“Tujuan dari kegiatan rehabilitasi ini adalah memulihkan, mempertahankan kawasan hutan sebagai system penyangga kehidupan di sekitarnya, dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat untuk jangka panjang dari tanaman hasil rehabilitasi DAS yang dapat dijadikan sebagai sumber ekonomi,” kata Vice President Environmental PTFI, Gesang Setyadi.

Untuk kebutuhan jangka panjang, diharapkan tanaman rehabilitasi DAS yang telah ditanam dapat dijadikan sebagai sumber ekonomi baru karena 25% yang akan ditanaman dalam satu hektare adalah tanaman buah-buahan yang memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat.

Mewakili Pemerintah setempat, turut terlibat langsung dalam penanaman pohon, Wakil Bupati Kabupaten Jayapura, Giri Widiantoro. “Diatas tanah ini kandungan kalsium dan kalium sangat banyak sehingga cocok untuk tanaman buah, hanya saja kita perlu merawatnya. Semoga kedepan ada program yang dapat mengangkat perekonomian di daerah yang betul-betul berpihak pada masyarakatnya Orang asli Papua,” kata Wakil Bupati Kabupaten Jayapura, Giri Widiantoro.

Lebih lanjut Giri menyampaikan, kedepannya kita tidak boleh membiarkan lahan tidur tetap tidur tetapi harus kita tanam, rawat, jaga hingga produktif untuk ekonomi masyarakat lokal.

Tokoh agama setempat memiliki pandangan terkait aksi penghijauan yang dilakukan PTFI,  bahwa sesuatu yang baik hanya datang sekali dalam kehidupan ini. “Jika hari ini masyarakat mendapatkan sesuatu yang baik dari Tuhan melalui Perusahaan Freeport, maka marilah masyarakat bisa  manfaatkan untuk kebaikan bersama,” kata Pdt. John Anderi S.Th.  

Sejalan dengan hal tersebut, mewakili para Ondoafi (Tokoh Adat), Marthen Samon dalam sambutannya mengatakan bahwa lahan tidur yang akan ditanami pohon disini akan menghasilkan sesuatu yang baik untuk seluruh masyarakat kampung di masa depan. Marthen Samon juga berterima kasih  untuk program dari PT Freeport, mengingat di tempat ini sebelumnya sudah dua kali dilakukan penanaman, semoga kali ini program penghijauan ini dapat tumbuh subur, harap Marthen Samon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *