BERITA UTAMAPAPUA

Warga Ketakutan Diserang Ratusan Gempa Susulan, Sejak Tahun 1971 Lima Kali Jayapura Diserang Gempa Besar, Ini Daftarnya …

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
5
×

Warga Ketakutan Diserang Ratusan Gempa Susulan, Sejak Tahun 1971 Lima Kali Jayapura Diserang Gempa Besar, Ini Daftarnya …

Share this article
IMG 20230104 WA0014
Gempa susulan yang terjadi di Jayapura

Jayapura, fajarpapua.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu takut dengan banyaknya gempa susulan pasca gempa 5,5 magnitudo pada Senin (2/1) lalu.

Seperti diketahui Balai Besar MKG Wilayah V Jayapura mencatat hingga Rabu (4/1) Pukul 01.00 WIT, berdasar hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 205 aktivitas gempa bumi susulan.

Ads

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jayapura, Jan Willem Rumere meminta warga tenang dan tidak takut dengan gempa susulan yang sudah mencapai ratusan kali.

“Masyarakat tak perlu terpengaruh dengan isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Jan Willem Rumere.

Terjadinya gempa susulan lanjutnya, adalah proses untuk mencapai titik keseimbangan baru pasca terjadinya gempa bumi dan itu sangat lazim terjadi pada gempa-gempa besar.

Untuk itu, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Willem menghimbau masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah,” ujarnya.

Selain itu kepada warga yang tinggal dilereng-lereng bukit pihaknya juga meminta agar mewaspadai terjadinya longsor yang dapat diakibatkan dari dampak gempa bumi.

“Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi hingga April 2023 dan berdasarkan data BMKG hal ini dapat menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor,” jelasnya.

Selain itu Willem juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan membentuk relawan- relawan penanggulangan bencana untuk meminimalkan risiko bencana.

Pembentukan relawan ini penting karena berdasarkan data BMKG wilayah V, Jayapura merupakan wilayah dengan potensi kejadian gempa bumi tinggi akibat adanya Subduksi Utara Papua dan patahan aktif yang melintas.

Berdasarkan katalog dalam data Gempa Merusak BMKG, di Wilayah V Jayapura pernah terjadi gempa bumi kuat, diantaranya Gempa Jayapura 10 Januari 1971 dengan magnitudo 7,3 dirasakan VI – VII MMI di Jayapura, menyebabkan bangunan retak.

Kemudian Gempa 23 Juli 1979 dengan magnitudo 5,3 dirasakan IV MMI di Kota Jayapura.

Gempa 19 Desember 1995 dengan magnitudo 6,5 dirasakan IV MMI di Jayapura, mengakibatkan longsor di Wamena.

Selanjutnya Gempa 28 Oktober 2017 dengan magnitude 4,7 dirasakan IV MMI di Kota Jayapura mengakibatkan kerusakan bangunan di Mall Jayapura dan bangunan di Gedung Lantamal X.

Dan terakhir Gempa 2 Januari 2023 dengan kekuatan 5,5 magnitudo di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom yang mengakibatkan kerusakan di Gedung Walikota Jayapura serta sejumlah fasilitas umum termasuk rumah sakit, mall dan hotel. (hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *