BERITA UTAMAMIMIKA

BRI Kolaborasi PTFI Gelar Pelatihan Rajut Kepada Para Pelaku UMKM Mimika Khusus Asli Papua

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
20
×

BRI Kolaborasi PTFI Gelar Pelatihan Rajut Kepada Para Pelaku UMKM Mimika Khusus Asli Papua

Share this article
IMG 20230125 WA0064
Berfoto bersama sambil menunjukkan hasil rajutan usai mengikuti pelatihan yang diselenggarakan BRI dan PTFI di Rumah BUMN BRI Mimika Jalan Budi Utomo, Rabu (25/1).

ads

Timika, fajarpapua.com – BRI melalui Rumah BUMN berkolaborasi dengan PT Freeport Indonesia bidang Community Ekonomi Development (CED) yang sudah berpengalaman melahirkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Orang Asli Papua (OAP) yang handal, menggelar pelatihan merajut di Rumah BUMN BRI Mimika Jalan Budi Utomo, Rabu (25/1).

Dalam pelatihan tersebut, PTFI melibatkan Persatuan Wanita Kuala Kencana (PWKK) yang memiliki pengalaman dalam hal merajut yang sudah membuat produk rajutan berkualitas dan memiliki nilai jual. Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu UMKM asli Papua yang ada di Kabupaten Mimika.

Penanggungjawab Rumah BUMN BRI Mimika, Mey Situmorang mengatakan, di rumah BUMN BRI diharuskan membuat pelatihan untuk pengembangan UMKM. Pelatihan ini adalah agenda pertama bulan Januari 2023 yaitu terkait rajutan noken dan lain sebagainya yang menjadi ciri khas Kabupaten Mimika.

“Jadi kami di Rumah BUMN merekrut beberapa UMKM di Mimika yang tergabung dalam Asosiasi UMKM Mimika,” katanya.

Ia mengungkapkan, pihaknya meminta PTFI untuk membantu memberikan pelatihan. Pasalnya UMKM PTFI sudah berpengalaman dan memiliki kualitas yang bagus dalam bidang pembuatan produk rajutan.

“Pesertanya dari Asosiasi UMKM Kluster Rajutan, kami lakukan ini agar produk yang dihasilkan nantinya mempunyai kualitas lebih baik dan memiliki nilai jual yang tinggi sehingga lebih menarik dibeli konsumen,” ungkapnya.

Sementara Liaison Officer Mikro dan Pengembangan Perempuan CED PP-UMKM PTFI Dince Dina Lakupais mengatakan, tujuan UMKM PTFI adalah mengembangkan pengusaha-pengusaha dan wirausaha yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pengembangan dan pendampingan secara berkelanjutan, sehingga para UMKM bisa berusaha sendiri dan bersaing dengan pengusaha lainnya.

Salah satu dampak dari program pembinaan dan pendampingan ini yaitu meningkatkan perekonomian keluarga atau kelompok dalam berusaha, kemudian juga perbaikan pendapatan yang bisa meningkatkan taraf hidup.

PTFI sangat siap membantu UMKM salah satunya memberikan pelatihan-pelatihan membuat suatu produk yang kami kelola sendiri, untuk diajarkan dan dilatih kepada kelompok-kelompok yang membutuhkan pelatihan tanpa biaya dan semua pelatihan yang kita berikan itu gratis,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut menurutnya PTFI diminta membantu BRI memberikan pelatihan kepara para UMKM dibidang produk rajutan. Sehingga nantinya para UMKM tersebut bisa memiliki hasil produksi yang berkualitas dan memiliki nilai jual yang tinggi, serta memuaskan pembeli.

“Dikesempatan saat ini kami akan memberikan materi pengenalan alat beserta bahan, jenis tusukan, motif rajutan, cara menyambung benang kemudian cara membaca pola rajutan,” tuturnya.

Terkait alasan melibatkan PWKK dalam pelatihan tersebut Dina mengungkapkan, hal tersebut dikarenakan memiliki tenaga-tenaga ahli yang luar biasa dibidang rajutan. Dimana PWKK memiliki kelompok-kelompok rajutan yang memiliki pengetahuan yang sangat baik dibidang rajutan.

“PWKK ini bagian dari kami PTFI yang ada dalam komunitas, makannya kami libatkan. Karena PWKK ini memiliki kelompok-kelompok rajutan yang berkualitas,” ungkapnya.

Kemudian Ketua PWKK Linda Christin Aritonang mengatakan, PWKK sangat mendukung kegiatan-kegiatan pelatihan seperti ini. Pasalnya, dalam kepengurusan PWKK banyak terdapat ibu-ibu yang memiliki banyak bidang yang salah satunya merjut, sehingga ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh pengurus PWKK bisa dibagikan kepada para UMKM sehingga menghasilkan produk yang lebih berkualitas.

“Kami mengharapkan ada banyak kegiatan seperti ini untuk kita bisa diajak kerja sama pendampingan. Harapan kami berkesinambungan dan nantinya para UMKM ini bisa menularkan kepada UMKM yang lain sehingga produk-produk yang dihasilkan lebih berkualitas,” ujarnya.

Selanjutnya salah satu Perwakilan Peserta yang juga ditunjuk sebagai ketua kelompok yaitu Paustina Mote mengatakan, ia merasa senang mengikuti pelatihan ini karena mendapat ilmu merajut yang baik dan benar. Seperti pola-pola yang banyak macamnya dan sangat bagus.

“Saya rasa bangga karena dengan mengikuti pelatihan ini saya bisa merajut banyak motif yang bagus. Karena selama itu yang kami buat seperti itu itu saja,” ungkapnya.(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *