BERITA UTAMAMIMIKA

Hari Ini, Tiga Pasar di Timika Diresmikan, Pasar Tradisional Mapurujaya Jadi Tempat Persinggahan

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
8
×

Hari Ini, Tiga Pasar di Timika Diresmikan, Pasar Tradisional Mapurujaya Jadi Tempat Persinggahan

Share this article
IMG 20230127 WA0046
Pemotongan pita sebagai tanda telah diresmikannya Pasar Tradisional Mapurujaya

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) meresmikan pasar tradisional di Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah pada Jumat (27/1).

Acara peresmian tersebut dirangkaikan dengan peresmian dua pasar lainnya yakni Pasar Tradisional Kwamki Narama dan Pasar Sore yang terletak di Pasar Sentral Timika. Peresmian dilakukan Plh Asisten II Setda Mimika Petrus Lewa Koten.

Ads

Kepala Disperindag Mimika Petrus Pali Amba mengatakan tujuan dibangunnya ketiga pasar tersebut untuk menghadirkan sentra-sentra perdagangan di setiap wilayah atau distrik.

“Dibangunnya pasar-pasar ini untuk lebih memudahkan akses perdagangan, seperti di Mapurujaya. Bapak ibu yang ada di Mapurujaya tidak perlu lagi jauh-jauh belanja di kota. Begitu juga para pedagang yang ada di sini, tidak perlu lagi berdagang di kota Timika,” ujarnya.

Dikatakan, dengan diresmikannya ketiga pasar itu, maka seluruh pengelolaan diserahkan kepada Pemerintah Distrik setempat. Sehingga dinas tidak lagi mencampuri pengelolaan pasar.

“Itu sudah tanggung jawab distrik, tentu didukung juga oleh masyarakat dalam hal kemajuan dan peningkatan pasar,” katanya.

Sementara Kepala Distrik Mimika Timur Bakri Athoriq mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih karena pemerintah telah membangun pasar di wilayah distriknya.

Bakri menyampaikan ada beberapa persoalan di Pasar Mapurujaya terkait pengelolaan seperti operasional hingga saat ini belum ada pengusulan terkait pembiayaan operasi pasar.

“Musrenbang kemarin belum diusulkan, baik jasa kebersihan, keamanan, sampai dengan listrik karena ini adalah keputusan kami yang sangat vital. Jika berkenan, dalam APBD perubahan 2023 sekiranya bisa dimasukkan untuk kegiatan operasional pasar agar bisa berjalan,” harapnya.

Dikatakan di samping keterbatasan anggaran, pihaknya telah merekrut sejumlah tenaga untuk pengamanan dan pembersihan pasar.

“Untuk keamanan kami rekrut dari masing-masing kampung 1 orang ditambah dengan 1 dari kelurahan. Lalu untuk penjaga kebersihan, kami sudah rekrut masing-masing kampung 1 dan 1 dari kelurahan,” katanya.

Sementara untuk setiap los yang ada juga telah dibagi ke masing-masing wilayah untuk ditempati yakni Kampung Mware, Tipuka, Kaugapu, Hiripau, dan Pomako.

“Ditambah dengan kelurahan Wania. Lalu yang lain kami berikan kepada ormas-ormas yang ada di Mimika Timur seperti KKJB, KKSS, IWSS, IKT, KPK, maupun PKK Distrik,” tuturnya.

Meski demikian, hal tersebut belum dilakukan penetapan tarif sewa atau retribusi untuk pengguna lapak. Sebab, Perda yang menjadi dasar penetapan tersebut belum ada.

Di lingkungan pasar telah dibangun sebuah terminal angkutan umum. Oleh karena itu, Bakri meminta kepada Dinas terkait agar bisa mengatur trayek demi terciptanya perputaran ekonomi di Pasar Mapurujaya.

“Kalau boleh untuk trayek angkutan umum pasar Mapurjaya dijadikan sebagai pusat transit dari Timika menuju ke Pomako harus singgah ke pasar. Begitu pula sebaliknya sehingga perekonomian, persaingan dagang, dan perputaran ekonomi di masyarakat bisa berjalan,” pungkasnya.

Selanjutnya, mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika Plh Asisten II Setda Mimika, Petrus Lewa Koten, menyebutkan peresmian ketiga pasar ini merupakan suatu kabar gembira bagi masyarakat.

“Terlebih bagi mama-mama Papua yang ingin menjual hasil kebun mereka, tidak perlu lagi berjualan di pinggir jalan. dengan adanya pasar tradisional sudah pasti ada tempat yang telah disiapkan untuk mereka berjualan,” paparnya.

Diharapkan pasar-pasar tradisional ini dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, sehingga harus dikelola dengan manajemen yang baik.

“Pasar tradisional ini akan terus kita kembangkan. Saya harap dinas-dinas terkait memberikan pendampingan serta sosialisasi tentang penggunaan pasar tradisional ini sehingga dapat digunakan dengan baik dan juga dijaga bangunannya agar terawat,” harapnya. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *