BERITA UTAMAMIMIKA

Karantina Pertanian dan Avsec Gagalkan Penyelundupan Ular dan Biawak di Bandara Mozes Kilangin Timika

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
4
×

Karantina Pertanian dan Avsec Gagalkan Penyelundupan Ular dan Biawak di Bandara Mozes Kilangin Timika

Share this article
IMG 20230128 WA0041
Pejabat Karantina Pertanian Timika saat menyerahkan tiga ekor satwa liar hasil sitaan petugas di Bandara Mozes Kilangin Timika.Foto: Istimewa

Timika, fajarpapua.com– Pejabat Karantina Pertanian Timika pada Kamis (26/1) lalu melakukan serah terima dua ekor ular sanca dan satu ekor biawak kepada Balai Besar KSDA Papua, melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Timika.

Ketiga ekor reptil ini merupakan hasil sitaan petugas Karantina Pertanian Timika dari upaya penyelundupan satwa liar yang akan dilalulintaskan melalui Bandara Mozes Kilangin Timika.

Ads

Keberhasilan ini tidak terlepas dari laporan petugas Avsec Bandara Mozes Kilangin yang melaporkan kecurigaan mereka kepada petugas karantina terkait upaya penyelundupan satwa liar.

Berdasar laporan tersebut, pejabat karantina segera merespon dengan memperketat pengawasan dan pemeriksaan di area kargo bandara.

Pejabat karantina bersama petugas lainnya mencurigai sebuah tas jinjing berisi karton yang berada di ruang kargo.

Benar saja, didalam karton ditemukan hewan reptil yang rencananya akan dikirim ke Jawa Timur menggunakan jasa ekspedisi.

Kepala Karantina Pertanian Timika, Ferdi, mengapresiasi kinerja petugas dilapangan, serta keberhasilan semua tim yang terlibat dalam upaya penggagalan pengiriman reptil tersebut, baik itu dari Karantina Pertanian Timika, Aviation Security maupun Perusahaan Jasa Ekspedisi.

Hal ini menjadi perhatian bersama bahwa dalam memutus peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) secara ilegal, diperlukan sinergi dan kebersamaan para pemangku kebijakan.

Tanggung jawab ini tidak saja menjadi tugas yang dipikul sendiri oleh karantina, namun dibutuhkan peran aktif semua lini, baik dari instansi, perusahaan, maupun masyarakat luas, untuk menjalin komunikasi dan menciptakan kolaborasi dalam rangka mencegah peredaran TSL di wilayah Propinsi Papua Tengah. (mas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *