BERITA UTAMAPAPUA

Pemkab Mappi Terima Sertifikat Eliminasi Filariasis dari Kementerian Kesehatan RI

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
4
×

Pemkab Mappi Terima Sertifikat Eliminasi Filariasis dari Kementerian Kesehatan RI

Share this article
IMG 20230221 WA0068
Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin saat menyerahka sertifikat penghargaan kepada Penjabat Bupati Mappi.Foto: Istimewa

Jakarta, fajarpapua.com– Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Mappi menangani filariasis atau penyakit gajah mendapat pengakuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Serifikat diserahkan langsung okeh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin kepada Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar bertepatab dengan peringatan Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) yang digelar di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Selasa (21/3).

Ads

Kabupaten Mappi merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Papua Selatan yang menerima sertifikat eliminasi filariasis dari Kementerian Kesehatan.

Sementara secara nasional, ada empat kabupaten lain yakni Kabupaten Subang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Supiori dan Kota Bekasi.

Usai menerima sertifikat eliminasi filariasis, Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar mengatakan penghargaan sertifikat eliminasi filariasis (kaki gajah) ini dipersembahkan untuk masyarakat Mappi dan juga sebagai motivasi untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi yang telah bekerja dengan luar biasa dalam penanganan eliminasi filariasis sejak Tahun 2008.

Penjabat Bupati Mappi menyatakan komitmennya secara berkelanjutan dalam penanganan filariasis di Kabupaten Mappi.

“Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan kebijakan program kegiatan dan peningkatan Sumber Daya Manusia pada tenaga kesehatan baik secara umum maupun secara khusus. Melalui APBD setiap tahun secara berkelanjutan,” katanya.

“Sekali lagi atas nama kepala daerah saya menyampaikan terimakasih atas kinerja yang telah dibuktikan oleh Kepala Dinas Kesehatan bersama jajarannya, kami berharap ini akan terus menjadi motivasi dan terus ditingkatkan kedepannya,”tambahnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi, dr. Ronny Herry Tombokan mengatakan pada Tahun 2008 – 2012 Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) Filariasis menjadi prioritas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi.

Dimana Kabupaten Mappi adalah satu kabupaten yang tergolong daerah endemis filariasis, pada Tahun 2008 melalui Program Survey Pengambilan darah hapusan tebal pada waktu tertentu menunjukan 60-70 persen sampel darah yang diambil mengandung Mikrofilariasis Khususnya daerah Kaibar, Citak Mitak dan Koroway Kombay.

Sehingga berdasarkan survey tersebut Kabupaten Mappi wajib melaksanakan kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM Filariasis) selama 5 Tahun.

Kegiatan rutin menjadi atensi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi ini berbuah manis, dimana padaMaret Tahun 2022 , Tim Kementrian Kesehatan bersama Tim RTI dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua beranggotakan 8 orang melaksanakan survey dengan hasil jumlah sampel minimal hasil SSB sebesar 1.555 sampel dengan cut-off atau batas kritis adalah 18 sampel.

Jumlah sampel yang diperiksa telah melebihi sampel minimal maka dapat dinyatakan bahwa survey telah memenuhi kriteria.

Hasil pengujian dengan FTS/Filaria Test Strip adalah keseluruhan sampel yang diperiksa menunjukkan hasil 1569 sampel negative, 2 sampel positif dari cluster SD Inpres Tukumau Distrik Tizain pada wilayah kerja Puskesmas Kumaban.

Lebih jauh Kadis Kesehatan menjelaskan adapun tahapan-tahapan yang terus dilakukan secara berkelanjutan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi untuk menilai keberhasilan dilakukan survei evaluasi mulai survei pra TAS 1, jika lolos lanjut Survei TAS 1, selanjutnya TAS 2 dan terakhir yang TAS 3 pada tahun 2022.

“Jadi sertifikat eliminasi diberikan sesudah semua syarat kriteria teknis yang ditentukan sudah tercapai,” ungkapnya.

Selain penyerahan sertifikat eliminasi filariasis, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga turut memberikan sertifikat bebas Frambusia kepada 103 Bupati/Walikota di Indonesia. (MPI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *