BERITA UTAMAMIMIKA

Pastikan Air Bersih dan Sanitasi, Forum Kemitraan SDGs Gelar Dialog yang Diinisiasi Pemda Mimika dan PTFI

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
5
×

Pastikan Air Bersih dan Sanitasi, Forum Kemitraan SDGs Gelar Dialog yang Diinisiasi Pemda Mimika dan PTFI

Share this article
IMG 20230308 WA0041
Suasana diskusi penyediaan air bersih dan sanitasi layak melalui program SDGs di Hotel Horisin Ultima Timika, Rabu (8/3).

Timika, fajarpapua.com – Forum Kemitraan Multi-stakeholder untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) kolaborasi Pemda Mimika dan pihak swasta melakukan dialog terkait penyediaan air bersih dan sanitasi layak bagi warga Mimika.

Ads

Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Mimika itu didukung PT Freeport Indonesia, PT Sandvik, melibatkan sektor pemerintahan, sektor swasta khususnya perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Mimika, para pemangku kepentingan lainnya dari filantropi, lembaga adat agama, akademisi, serta berbagai komunitas diselenggarakan di Hotel Horisin Ultima Timika, Rabu (8/3).

Dialog kemitraan pertama di Timika ini bertajuk “Para-para SDGs Timika (PaSTi) No-Komen (NoKen)” mengambil slogan PaSTi NoKen yang adalah singkatan dari Para-para SDGs Timika No Komen. Slogan ini memiliki sarat makna. Filosofi “Para-Para” diambil dari kearifan lokal Papua, yaitu membicarakan hal yang menjadi tujuan bersama, memberikan manfaat bersama, serta menjadi komitmen bersama.

Sedangkan “NoKen” mengambil konteks budaya setempat yaitu noken yang berfungsi sebagai wadah untuk mengisi apa yang kita bawa, dan memiliki arti apa pun yang sudah kita isi di dalam noken tidak akan kita komentari (No-Komen) kembali, agar dapat segera diolah dan ditindaklanjuti bersama dalam semangat kemitraan dan kolaborasi.

Dialog kali ini mengusung SDGs Tujuan 6, yaitu “Memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan dan sanitasi bagi semua” yang berkontribusi pada SDGs Tujuan 3, yaitu “Memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia”.

Selain itu, program-program yang disampaikan dinaungi semangat SDGs Tujuan 17, yaitu “Menguatkan ukuran implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan,”

Dalam sambutannya Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Ignatius Eddy Santoso mewakili Plt Bupati Mimika mengatakan harapan bersama untuk pencapaian Rencana Aksi Daerah terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Menurutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika telah menyelesaikan penyusunan rencana aksi daerah tujuan pembangunan berkelanjutan (RAD-TPB) Kabupaten Mimika periode 2020-2024 dan telah ditetapkan dengan peraturan bupati nomor 43 tahun 2021 tentang rencana aksi daerah tujuan pembangunan berkelanjutan/sustainable development goals (TPB/SDGs) Kabupaten Mimika tahun 2020-2024.

Dalam proses penyusunannya Pemda Mimika mengajak peran para pelaku non-pemerintah/non-state aktor, dunia usaha maupun sektor lainnya, sehingga pencapaian TPB/SDGs dapat dilakukan secara inklusif serta dari dan partisipatif dalam mengakselerasi capaian target TPB/SDGs.

“Saya sangat bersyukur, dan memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya berbagi mengenai apa yang telah dilakukan. Hal seperti ini dapat meningkatkan komitmen bersama. Koordinasi kemitraan yang inklusif, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak-pihak lain, serta partisipasi aktif multipihak dalam pembangunan, diharapkan benar-benar dapat menjadi solusi dan memberikan akselerasi dalam menjawab tantangan dan memecahkan masalah-masalah yang ada,” katanya.

Selanjutnya Sekretaris Bappeda Mimika Joseph Mangasa mengajak melakukan akselerasi dalam realisasi pencapaian SDGs. Untuk menindaklanjuti RAD maka setiap tahun dari Bappeda sebagai fasilitator kegiatan TPB/SDGs mengadakan monitoring dalam hal ini untuk menghimpun semua pemangku kepentingan yang sudah berbuat tetapi belum terdokumentasi.

“Caranya adalah dengan menggabungkan dan sinkronisasi seluruh potensi yang ada. Kolaborasi baik dari sektor pemerintah kabupaten dan desa, pelaku usaha, berbagai lembaga serta komunitas masyarakat lainnya, perlu diupayakan sinergi sehingga dapat didokumentasi ke dalam dokumen Rencana Aksi Daerah, khususnya siapa berbuat apa dan di mana. Hal ini penting agar sasaran program dan kegiatan dampaknya dapat langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia memaparkan, pada tahun 2021 baru diikuti oleh beberapa sektor swasta yang dari segi pemerintahan sebagai pioner dilakukan oleh perangkat-perangkat daerah yang mempunyai urusan dalam melaksanakan 17 goals tersebut. Saat ini bahwa Sandvik sudah mengambil peran juga. Hal itu diharapkan menjadi contoh bagi dunia usaha lain untuk mengambil peran dalam melaksanakan tujuan pembangunan berkelanjutan ini.

Selain tujuan pembangunan dapat tercapai, kegiatan semacam ini menurut Joseph juga dapat meningkatkan sumber daya daerah, peningkatan dokumentasi daerah terkait kontribusi terhadap TPB/SDGs, serta peningkatan koordinasi karena berbagi pembelajaran dapat menginspirasi upaya pencapaian pembangunan lainnya.

“Lewat SDGs ini merupakan wadah bagi kita semua salah satunya untuk mengambil peran di dalam pembangunan yang menjadi kewajiban kita bersama khususnya kita di Kabupaten Mimika dalam mensejahterakan masyarakat,” katanya.

“Jadi untuk yang pertama kita kumpul semua perangkat daerah yang berkepentingan dan melaksanakan urusan pemerintah yang menjadi kewenangannya ditambah PTFI dan YPMAK. Sudah ada beberapa yang kita coba libatkan pelan-pelan dari kelompok kontraktor Freeport, UT, Trakindo dan kelompok kontraktor lainnya yang kita harapkan bisa mendokumentasikan itu sehingga memberikan kepada kami untuk kami dokumentasikan dan administrasikan,” jelasnya.

Sementara mewakili pihak swasta yang memberikan dukungan penuh berjalannya SDGs Manager Community Health Departemen (CHF) PT Freeport Indonesia (PTFI) Daniel Perwira, untuk air bersih sendiri menekankan hubungan antara penyediaan air bersih dan kesehatan masyarakat, air bersih dan layak konsumsi untuk mendapatkan untuk memenuhi kebutuhannya adalah hak dasar masyarakat. Ketersediaan atau akses atas air bersih dan sanitasi juga menentukan standar kesehatan masyarakat. Untuk itu, promosi membangun kesadaran masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat sangatlah penting.

Oleh seban itu untuk meningkatkan kesadaran adanya hubungan antara air bersih dan kesehatan tersebut, PTFI juga melakukan penyuluhan di Puskesmas, Posyandu, sekolah, tempat ibadah, lapangan dan tempat berkumpulnya masyarakat di beberapa lokasi seperti Utikini Baru, Wangija, Pomako, beberapa desa Kamoro, Manasari, Otakwa dan Pigapu. Selain itu, PTFI bermaksud merealisasikan revitalisasi fasilitas air bersih di desa-desa terdampak di sekitar PTFI sehingga semua masyarakat dapat mengakses air bersih.

“Air bersih sangat berkorelasi dengan kesehatan, dengan tubuh yang sehat maka efek gandanya pada produktivitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi untuk menciptakan kesejahteraan. Pelibatan dan dukungan masyarakat kampung serta semua pihak juga perlu diupayakan agar masyarakat juga dapat memelihara aset tersebut. Pemahaman mengenai korelasi tersebut akan menumbuhkan rasa kepemilikan bersama, sehingga keberlanjutannya dapat terus dirasakan,” tuturnya.

Sementara itu untuk menjawab tantangan tersebut sebagai pihak swasta yang ikut mendukung SDGs Manager CSR PT Sandvik Indonesia Irwan Marabessy menambahkan, kemitraan yang telah dilakukan PT Sandvik dalam mengupayakan penyediaan air bersih yang berkelanjutan dengan Pemkab. Mimika. Hal ini dilakukan dalam bentuk bantuan hibah infrastruktur dan sarana air bersih untuk pelayanan masyarakat di Kampung Mware, Distrik Mimika Timur.

Prasarana yang sudah dibangun adalah menara berkapasitas tampung 4,8 ribu liter air bersih yang menggunakan sistem pompa sumur bor untuk kemudian dialirkan ke 15 rumah warga sekitar. Pendistribusian ini masih terus dilanjutkan untuk memberi akses ke lebih banyak rumah, semakin meningkatkan kesejahteraan, dan memberi lebih banyak manfaat bagi masyarakat.

“Kolaborasi multipihak yang sudah berjalan harus terus berlanjut agar program-program TPB/SDGs yang dilakukan oleh semua pihak aktor pembangunan non-pemerintah (non-state actor) tidak tumpang tindih. Kami juga ingin mengajak perusahaan lain untuk ikut bersinergi, melakukan kontribusi, dan berkomitmen bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara Kadistrik Wania Richard Wakum selaku pemerintah ditingkat Distrik yang masyarakat diwilayahnya sangat membutuhkan air bersih saat ditemui usai kegiatan mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga menurutnya apa yang didiskusikan tersebut untuk kebaikan masyarakat dalam hal tersedianya air bersih yang nikmati oleh masyarakat.

“Apa yang dilakukan hari ini adalah hal yang baik karena dari hal-hal yang kecil tetapi memiliki manfaat besar yang bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.

Forum Kemitraan yang mengambil format dialog santai, hangat, namun tetap serius ini merangkum koordinasi, sinergi, kolaborasi, dan pelibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan semua pembangunan yang ada di Kabupaten Mimika. Acara Forum Kemitraan ini diharapkan menjadi kegiatan reguler dan bisa melibatkan semua aktor pembangunan dan pemangku kepentingan di Kabupaten Mimika.(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *