BERITA UTAMAPAPUA

Kapal Pengangkut BBM Pertamina Tabrakan di Perairan Sorong

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
12
×

Kapal Pengangkut BBM Pertamina Tabrakan di Perairan Sorong

Share this article
IMG 20230816 WA0072
Kapal pengangkut BBM

Jayapura, fajarpapua.com –Kapal SPOB Sinar Bintuni milik PT Teluk Sinar Bintuni pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pertamina bertabrakan dengan Kapal Perintis KM 03 yang menabrak Kapal SPOB Sinar Bintuni di Seget, Wilayah Perairan Sorong, Papua Barat, Sabtu (12/8).

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Edi Mangun menuturkan bahwa kasus kecelakaan kapal itu terjadi pada pukul 02.30 WIT.

Ads

“Kapal itu tercatat membawa muatan BBM yang akan di supply ke SPBU Kompak Teluk Bintuni. Sedianya akan dilakukan penyaluran ke SPBU Kompak Teluk Bintuni,” Edi mengawali, Rabu (16/8).

Sementara itu, Edi menegaskan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden kecelakaan yang terjadi itu.

“Alhamdulillah berdasarkan laporan yang kita terima tidak terdapat korban jiwa dalam insiden ini, namun tetap kami lakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan semuanya agar lebih jelas,” ujarnya.

Selanjutnya, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui tim yang ada di lokasi kejadian sedang melakukan pengecekan apakah terdapat tumpahan minyak disekitar lokasi.

“Saat ini tim kami yang berada di lokasi kejadian sedang melakukan cross check apakah terdapat tumpahan minyak atau tidak, agar kami bisa melakukan tindakan selanjutnya jika benar terdapat tumpahan minyak disekitar lokasi,” ujar Edi.

Dan upaya selanjutnya yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku agar supply BBM tetap berjalan dengan lancar adalah dengan menyiapkan kapal pengganti supply BBM ke SPBU Kompak di Teluk Bintuni.

“Saat ini kami menyiapkan kapal pengganti untuk tetap menyalurkan BBM ke titik tujuan sehingga distribusi BBM tetap berjalan,” terang Edi.

Edi menambahkan, stok BBM untuk masyarakat dalam kondisi aman dengan rata-rata ketahanan stok bertahan hingga 12 hari kedepan. Pertamina juga menjamin kelancaran pendistribusian BBM kepada masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami harapkan masyaratkan untuk tetap tenang karena ketahanan stok masih dalam taraf aman yaitu hingga 12 hari kedepan, jadi tidak perlu khawatir,” tandas Edi.

Edi menekankan perlunya mengutamakan dan menyerukan pentingnya aspek keselamatan dalam seluruh kegiatan operasional baik untuk kru kapal dan juga memastikan muatan BBM dalam kondisi aman.

“Disini perlunya mengutamakan keselamatan dan pengamanan lebih lanjut terkait kondisi operasional ini agar penyaluran yang terjadi tetap berjalan dengan lancar dan dalam kondisi aman,” Edi menegaskan.

Edi memastikan bahwa penyaluran yang dilakukan tetap berjalan hingga sampai ke titik penyaluran BBM. “Kami sebagai garda terdepan dalam penyaluran BBM selalu berupaya optimal untuk memastikan bahwa penyaluran ini berjalan sampai dapat dinikmati oleh masyarakat khususnya yang ada di wilayah Papua-Maluku,” tandas Edi.

Saat ini Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk keperluan identifikasi secara keseluruhan.(hsb).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *