BERITA UTAMAJayapura

6.000 Anak di Kabupaten Jayapura Putus Sekolah!

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
20
×

6.000 Anak di Kabupaten Jayapura Putus Sekolah!

Share this article
IMG 20230828 WA0069
Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura Parson Horota

Jayapura, fajarpapua.com– Sebanyak 6.000 orang anak usia wajib belajar di Kabupaten Jayapura ditemukan putus sekolah.

Ribuan anak tersebut putus sekolah karena tidak adanya biaya, sehingga butuh perhatian dari semua pihak terutama dari pemerintah untuk mengatasinya.

ads

“Dari data Menteri PMK yang di terima Bappeda ada sekitar 6.000 orang warga usia wajib belajar di Kabupaten Jayapura mulai dari tingkat SD hingga SMP putus sekolah. Kami dapat surat resmi terkait data angka putus sekolah ini, namun temuan ini kami akan tindaklanjuti bersama Dinas Pendidikan dengan mengambil data dan melakukan validasi Disdukcapil apakah benar ada ribuan anak putus sekolah,”kata Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura Parson Horota diruang kerjanya, Senin (28/8).

Ia mengatakan, untuk melihat data itu lebih tepat maka Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura sebaiknya turun kemasyarakatan untuk mengambil data itu dengan melakukan validasi.

Hal ini penting sehingga bisa segera dilakukan penanganannya oleh pemerintah, karena data yang dikirimkan oleh Kementerian PMK itu lengkap dengan alamatnya.

“Jadi tinggal teman-teman di dinas terkait melakukan validasi, jangan sampai sudah pindah tempat tinggal, tapi datanya masih di Kabupaten Jayapura, siapa tahu dengan adanya pemekaran warga usia putus sekolah itu sudah ikut pindah,”katanya.

Menurut dia, warga usia putus sekolah itu tersebar merata pada 19 Distrik Kabupaten Jayapura.

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan diminta untuk melakukan pendataan ulang ke kampung-kampung dan Distrik-distrik supaya data-data yang diambil ini bisa dilaporkan kembali ke Kementerian PMK.

Parson menyebutkan, jika sudah dilakukan pendataan maka akan bisa diketahui penyebab atau faktor apa yang menyebabkan warga usia sekolah ini putus sekolah.

“Dengan kita lakukan validasi bisa diketahui kenapa mereka putus sekolah apakah karena biaya tidak ada, apakah sarana pendidikan tidak ada atau akses pendidikan yang jauh, guru tersedia atau tidak, apakah gedung sekolah di kampung itu. Ini sangat perlu kita ketahui dalam mengatasi putus sekolah tersebut,”pungkas Parson.

Dikatakan Parson, tingginya angka putus sekolah tersebut menjadi beban dan tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk menanggulanginya.

“Ini jadi permasalahan bagi kita semua karena jika dibiarkan akan menjadi beban daerah dalam rangka meningkatkan pendidikan untuk memajukan pembangunan dibidang pendidikan,”ungkapnya.

Oleh karena itu Parson mengatakan, Dinas Pendidikan harus segera melakukan pendataan untuk menekan angka putus sekolah di Kabupaten Jayapura.(hsb).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *