BERITA UTAMAMIMIKA

PTFI Bersama Keuskupan Timika Beri Pelatihan Mama Kamoro Buat Makanan Berbahan Dasar Sagu dan Ikan

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
388
×

PTFI Bersama Keuskupan Timika Beri Pelatihan Mama Kamoro Buat Makanan Berbahan Dasar Sagu dan Ikan

Share this article
434699c0 70e5 482a 80cf da084dd6d731
Berfoto bersama usai pembukaan pelatihan keterampilan kepada mama-mama Kamoro, Senin (4/12).

Timika, fajarpapua.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Keuskupan Timika memberikan pelatihan keterampilan kepada mama-mama Kamoro membuat olahan makanan berbahan dasar sagu dan ikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Bobaigo, Keuskupan Timika jalan Cenderawasih, Senin (4/12).

Pelatihan keterampilan ini merupakan rangkaian kegiatan program penguatan ekonomi 8 kampung yang dilakukan PTFI bekerjasama dengan Keuskupan Timika sejak tahun 2017.

Ads

Saat ini program memasuki tahapan ketiga dengan fokus pada peningkatan keterampilan peserta program berbasis kelompok. Ada kelompok nelayan, petani, kelompok mama-mama dan kelompok anak muda. Juga penguatan pada pendamping program dalam hal administrasi dan keuangan.

Beberapa pelatihan yang telah dilakukan antara lain, pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan di bidang pertanian perkebunan. Untuk kelompok nelayan dilakukan pelatihan perbaikan jaring, pembuatan perahu fiber, perbaikan mesin tempel. Selanjutnya untuk kelompok mama-mama dilakukan pelatihan keuangan keluarga, pengolahan pangan lokal dan pengolahan ikan asin.

Dari hasil pelatihan sebelumnya, saat ini terdapat kelompok-kelompok yang telah mampu menghasilkan produk antara lain ikan asin secara rutin di beberapa kampung dan mulai dijual umum di Timika, kelompok anak muda yang sudah mampu memproduksi pesanan perahu boat yang dipesan melalui dana kampung, juga terdapat peningkatan produksi dibidang perikanan dan perkebunan.

Penanggungjawab Program Pengembangan Ekonomi Pesisir CED PTFI Alfons Ramidi mengucapkan terima kasih kepada Keuskupan Timika yang terus berkenan membangun kerjasama dan kemitraan dalam pendampingan.

Dirinya juga berterimakasih Pemerintah Daerah melalui berbagai dinas teknis (Koperasi UMKM, Pertanian dan Perkebunan, Ketahanan Pangan dan Perikanan) yang selama ini mendukung dan terlibat dalam pendampingan program.

“Juga kepada pemerintah kampung yang berkolaborasi dalam program dengan memanfaatkan dana desa. Kita mendorong kemitraan ini terus berjalan dan diperkuat,” katanya.

Sama seperti pelatihan sebelumnya, ia berharap para peserta mendapatkan pengetahuan dapat diaplikasikan dalam pengolahan makanan di tingkat keluarga dengan variasi makanan berbahan lokal yang memiliki nilai gizi.

“Selain itu diharapkan kedepan bisa menjadi usaha keluarga atau kelompok berbasis makanan lokal untuk meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

Selanjutnya mewakili Keuskupan Timika Pater Andrea Madya SCJ mengatakan, program ini menjadi perwujudan atau pelaksanaan dari apa yang pernah menjadi pemikiran almarhum Uskup Mgr John Philips Saklil. Dimana moto tungku api adalah memelihara dan mengelola alam semesta.

“Pengembangan-pengembangan yang dilakukan oleh PTFI melalui pengolahan sumber daya alam untuk peningkatan perekonomian yang menjadi fokus PTFI dan PSE Keuskupan itu sejalan,” tuturnya..

Ia berpesan seperti yang gencar dikatakan oleh Almarhum Uskup yaitu jangan jual tanah, tetapi jaga dan olah. Hal tersebut menjadi perhatian oleh pihak Keuskupan agar semua hidup dari tanah atau alam semesta.

“Jangan sampai apa yang menjadi karunia Tuhan itu kita sia-siakan. Kalau tanah dijual maka sumber kehidupan kita akan hilang. Apa yang dihasilkan dari tanah itu sendiri harus diolah,” tegasnya.

Kemudian mewakili Pemda Mimika Kesie Pengawasan dan Penertiban Koperaai Dinas Koperasi Srikanti Muis SE mengatakan, kegiatan tersebut banyak memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya mama-mama Kamoro.

“Pemda Mimika menyampaikan apresiasi kepada PTFI dan Keuskupan, karena dari pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi masyarakat lokal,”tuturnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dalam rangka pembinaan UMKM yang ada di Mimika.

“Harapan kami mama-mama harus fokus belajar supaya kegiatan ini tidak sia-sia. Sehingga apa yang disampaikan oleh narasumber menjadi bekal dalam upaya peningkatan perekonomian,” ungkapnya.

Sementara itu mewakili peserta Maria mengatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mama-mama Kamoro karena bisa membuat olahan makanan yang berfariasi dan memiliki nilai gizi juga meningkatkan perekonomian masyarakat

“Terima kasih Freeport dan Keuskupan sudah memberikan pelatihan kepada kami, sehingga dengan sumber daya yang ada bisa kita olah dan memiliki nilai ekonomi. Saya harap ada pelatihan-pelatihan lainnya dan berkelanjutan,”ujarnya.(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *