BERITA UTAMAMIMIKA

Hanya Tersisa 5 Pejabat Asal Kamoro, Marselino : Hak Kami Dirampas, Saya Dipindahkan Tapi Tidak Tahu Ditempatkan Dimana

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
562
×

Hanya Tersisa 5 Pejabat Asal Kamoro, Marselino : Hak Kami Dirampas, Saya Dipindahkan Tapi Tidak Tahu Ditempatkan Dimana

Share this article
IMG 20230224 WA0047
Marselino Mameyao

Timika, fajarpapua – Rolling jabatan yang diniliai tidak sesuai aturan terus menuai protes dari berbagai kalangan salah satunya ASN putra Kamoro. Meski jumlah mereka hanya dihitung jari di pemerintahan namun rolling kali ini hampir semua ‘dihabisi’.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Marselino Mameyau, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) yang juga korban rolling jabatan mengatakan, di Pemda Mimika hanya ada 5 anak Kamoro yang menduduki jabatan, tetapi seiring waktu berjalan mereka digeser satu persatu.

“Tidak tahu Bupati lihat dari sisi mana akhirnya kami ini macam dibunuh hidup-hidup. Seakan-akan kami tidak ada, kami suku Komoro selalu tenang tidak pernah ribut, ganggu orang bahkan rampas orang punya hak tapi hak kami dirampas,” katanya Jumat (9/12).

Menurutnya banyak anak Kamoro yang sudah memenuhi syarat tapi tidak pernah diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan. Mestinya sebagai anak asli putra daerah harusnya diberdayakan.

“Kami mampu, tapi kami tidak diberi kesempatan, padahal Bupati ini baik, anak asli putra daerah. Tapi karena dengar bisikan-bisikan dari orang luar yang tidak bertanggung jawab akhirnya orang-orang luar yang bupati tunjuk, ini aneh putra daerah kok malah menyingkirkan putra daerah,” tuturnya.

Jika rolling jabatan dilakukan dengan alasan ASN berpolitik, ia mengungkapkan selama ini dirinya tidak berpolitik dan bersikap netral. Selain itu dirinya hanya bekerja menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ASN yang menjabat Sekretaris Dinkes.

“Saya tidak berpolitik pak Bupati dan Pak Wakil keduanya saya punya orang tua. Hanya pembisik ini yang bikin kacau, seakan-akan mereka lihat saya ini seakan-akan ikut masalah itu akhirnya jadi korban,”ungkapnya.

Yang membuat dirinya kecewa lantaran dirinya digeser dari jabatan Sek Dinkes tapi tidak disebutkan ditempatkan dimana. Hal tersebut membuat dirinya bingung mau bekerja di dinas mana.

“Sebenarnya saya dirolling tidak masalah hanya saya kecewa kenapa kalau memang saya dirolling tapi tidak disebutkan dan dibacakan pelaksana dimana. Saya bingung staf di Dinkes kah, puskesmas kah atau saya tidak boleh masuk kantor lagi,”ungkapnya.(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *