BERITA UTAMAMIMIKA

Daging Babi yang Mengandung Virus ASF Tetap Aman Dikonsumsi, Simak Pernyataan Virolog

cropped cnthijau.png
1120
×

Daging Babi yang Mengandung Virus ASF Tetap Aman Dikonsumsi, Simak Pernyataan Virolog

Share this article
IMG 20240302 WA0073
Daging babi

Timika, fajarpapua.com – Wabah virus ASF di Kabupaten Mimika sudah tidak terbendung.
Berdasarkan data terbaru, jumlah kematian ternak babi terhitung sejak tanggal 16-27 Februari 2024 sudah mencapai 2.938 ekor.
Data tersebut dikeluarkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kamis, 29 Februari 2024.

Ribuan ekor babi yang mati ini tersebar di lima distrik, yakni Distrik Kwamki Narama terdapat tujuh ekor, Distrik Kuala Kencana 47 ekor, Distrik Iwaka sembilan ekor, Distrik Mimika Baru 1.445 ekor, Distrik Wania 943 ekor dan tanpa alamat atau nama tercatat 487 ekor

ads

Virolog Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang drh Andrijanto Hauferson Angi mengungkapkan ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau zoonosis.

Menurutnya, daging babi yang terjangkit ASF tetap aman dikonsumsi bagi mereka yang memang mengonsumsi daging babi.

“Ternak babi yang terinfeksi ASF dagingnya aman untuk dikonsumsi,” kata Angi, Rabu (18/1/2023).

ASF adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen. Virus ASF tahan hidup di lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap desinfektan.

Hingga kini, belum ditemukan vaksin untuk pencegahan penyakit ASF. Langkah strategis mencegah ASF adalah menerapkan biosekuriti dan manajemen peternakan babi yang baik.

Babi yang terkena penyakit ASF perlu isolasi hewan sakit dan peralatan serta dilakukan pengosongan kandang selama 2 bulan. Babi yang mati karena penyakit ASF dimasukkan ke dalam kantong dan harus segera dikubur oleh petugas untuk mencegah penularan yang lebih luas.

Selain itu, penting untuk memastikan bahwa pakan ternak, lingkungan, dan segala peralatan yang digunakan untuk memelihara babi tidak terkontaminasi virus ASF.
(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *